Ketua KPUD Flores Timur Usir Saksi Parpol Saat Repat Pleno Terbuka

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Sabtu, 2 Maret 2024 | 18:29 WIB
Ketua Komisioner KPU Antonius Djentera Betan saat memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2024 di Gedung OMK Larantuka. (Foto tangkapan layar YouTube KPU Flotim. )
Ketua Komisioner KPU Antonius Djentera Betan saat memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2024 di Gedung OMK Larantuka. (Foto tangkapan layar YouTube KPU Flotim. )

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu tahun 2024 di Kabupaten Flores Timur, Sabtu (2/3/2024) di warnai dengan beragam interupsi dari masing- masing saksi partai politik hingga, insiden terjadi pengusiran oleh Ketua KPUD Antonius Djentera Betan terhadap Robert Ledor, salah seorang saksi parpol Garuda.

Insiden yang tidak terduga dalam rapat itu adalah pada saat Ketua Komisioner KPU Antonius diduga melontarkan kata- kata berbau rasis kepada Robert Ledor.

“Kamu dari Solor, ya? Kamu tahu tidak tanah kuburan masih basah sampai hari ini,” ucap Antonius.

Baca Juga: Viral Video Ajaran Agama yang Boleh Bertukar Pasangan, Polda Jatim Periksa Gus Samsudin

Pernyataan dari Ketua KPU Flotim yang diucapkan secara lantang itu, disaksikan oleh semua peserta pleno. Akibatnya Robet Ledor tersinggung dan meninggalkan ruangan pleno.

Selain Robet, semua saksi parpol yang diberikan mandat untuk menyaksikan pleno tingkat kabupaten Flotim juga meninggalkan ruangan pleno karena sesalkan pernyataan dari Ketua KPU.

Mereka menilai ketua KPU tidak layak memimpin rapat karena sikap nya yang sangat tempramen dan, tidak bisa menetralkan suasana forum layaknya seorang pimpinan sidang paham dinamika forum dalam sebuah rapat resmi

Baca Juga: Mbappe Gagal Cetak Gol, PSG Dipaksa Main Imbang AS Monaco 0- 0.

Disela- sela aksi itu, Robert Ledor kepada Wartawan mengaku kecewa dengan kalimat yang dilontarkan oleh Ketua KPU Flotim.

 Menurut Robert kalimat itu akan sangat menyakiti hatinya secara pribadi maupun, orang Solor pada umumnya.

“Itu jelas rasis. Saya akan laporkan ke polisi,” ucapnya.

Baca Juga: Kemenpora Gelar Rapat Koordinasi Nasional 2024 di Mataram

Pantauan media ini, Ketua KPU Flores Timur, Antonius Djentera Betan, menskros sidang pleno. Dia kemudian berjalan ke salah satu ruangan Gedung OMK. Para komisioner masih menenangkan Ketua Komisioner KPU yang masih tersulut emosi.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X