REPORTASENTT.COM, KUPANG- Pakar Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dokter Stefanus Bria Seran, mengatakan praktek Revo KIA berupa 2H2 Center di Flores Timur dan Mama Boi di Kabupaten Rote Ndao telah menunjukkan hasil yang membanggakan selama 11 tahun beroperasi.
Dalam rentang waktu tersebut, sistem rujukan 2H2 Center terbukti mampu menopang dan menyelamatkan sekitar 28.000 ibu hamil.
Untuk H2H Center di Kabupaten Flores Timur sudah diangkat ke tingkat nasional dan mendapat penghargaan dalam inovasi penekanan angka kematian ibu dan anak saat melahirkan.
Baca Juga: Hendak Selundupkan Sepeda Motor ke Timor Leste, WNA ini Diamankan Satgas Yonif 742/SWY
Hal itu disampaikan dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) yang hadir sebagai narasumber dalam acara Media Breafing yang diselenggarakan USAID Momentum.
Hal itu disampaikan dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) yang hadir sebagai narasumber dalam acara Media Breafing yang diselenggarakan USAID Momentum.
Acara yang melibatkan 30 media di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut diselenggarakan di Hotel Aston Kupang, pada 2022 lalu.
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan peran media dalam memperkuat sistem rujukan berbasis masyarakat dan kompetensi untuk menyelamatkan ibu dan bayi di NTT.
Baca Juga: BP3MI NTT Tangani PMI yang Kembali dari Luar Negeri Melalui Help Desk di Bandara El Tari Kupang
Dalam kesempatan tersebut, dokter SBS yang adalah pencetus Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (Revo KIA) ini mengatakan, semua pihak tidak boleh membiarkan seorang perempuan meninggal dalam menjalankan tugas kodratinya sebagai seorang ibu.
Dalam kesempatan tersebut, dokter SBS yang adalah pencetus Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (Revo KIA) ini mengatakan, semua pihak tidak boleh membiarkan seorang perempuan meninggal dalam menjalankan tugas kodratinya sebagai seorang ibu.
Sementara itu, Ketua Ombudsam Republik Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur Darius Beda Daton juga mengatakan, kematian ibu dan bayi di asal pulau Adonara adalah tamparan bagi kabupaten Flotim karena mendapatkan apresiasi dan penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia terkait inovasi persalinan yang namanya 2H2 centre.
"Inovasi ini masuk 40 top inovasi nasional. Sayangnya program ini tidak terlalu diperhatikan lagi sehingga banyak kasus seperti sekarang ini. Kasihan sekali keluarga ibu dan bayi tersebut. Hingga hari ini kita belum dengar permintaan maaf dari manajemen RSUD terkait kematian tersebut. Tentu saja sambil menunggu proses audit yang sedang berjalan," kata Darius.
Ibu dan Beragam Kompleksitas Perannya
Ibu menjadi sosok luar biasa dengan berbagai peran yang dijalankan. Di balik senyum hangat terdapat kekuatan yang memancar dalam setiap peran yang ia emban.
Pada saat yang sama, ia menjalankan peran sebagai pendamping hidup sekaligus menjadi guru untuk anak-anaknya.
Baca Juga: Jersey Baru Timnas Indonesia Terinspirasi saat Skuad Garuda Menang Melawan Jepang Tahun 1981
Keberadaannya tidak hanya menciptakan hubungan keluarga yang erat, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan karakter generasi penerus. Tidak sekedar menjadi juru masak di dapur, tetapi beliau juga menjadi pengarah dalam keluarga untuk merancang fondasi nilai-nilai moral dan etika bagi anak-anaknya.
Dengan bijak, beliau menjalankan peran sebagai guru yang memberikan pelajaran tentang kebaikan, empati, dan keadilan.
Peran kodrati yang hanya mampu dilakukan oleh seorang ibu adalah mengandung. Kemampuan ibu dalam mengandung seorang anak merupakan anugerah terbesar bagi perempuan untuk menjadi seorang ibu.
Baca Juga: Tahan 15 Tersangka Pemerasan di Rutan, KPK Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Masyarakat Indobesia
Peran ibu dimulai pada tahun ketika seorang perempuan mulai merasakan kehadiran janin di dalam rahimnya. Dalam fase ini, merupakan fase yang krusial bagi seorang ibu yang mengandung selama sembilan bulan.
Selain mengalami perubahan fisik, seorang ibu juga merasakan perubahan emosional. Oleh karenanya peran dan usaha calon ibu sangat dibutuhkan untuk mendukung proses perkembangan janin.
Demikian opini oleh salah seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Nadiva Rahma.
Artikel Terkait
Banjir Meluas, Ruas Jalan Pantura Kudus- Demak Lumpuh, Tanggul Sungai Wulan Jebol
Wujudkan Pelayanan Publik yang Prima, Kapolres Ende Harapkan Ada Terobosan Kreatif
Kebakaran Hutan di Kawasan Bandara Hang Nadim Batam, Dua Unit Mobil Water Canon Dikerahkan
Antisipasi Lonjakan Pemudik Lebaran 2024, Yuk Ikut Program Mudik Gratis dari Pemerintah
BP3MI NTT Tangani PMI yang Kembali dari Luar Negeri Melalui Help Desk di Bandara El Tari Kupang