REPORTASENTT.COM, SEMERU- Gunung Semeru yang mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan Gunung Semeru teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau 4.676 meter di atas permukaan laut.
PVMBG pada, Kamis pagi (25/4/24) mengabarkan bahwa abu erupsi Gunung Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu.
Selain itu juga teramati dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
PVMBG juga mengimbau kepada Masyarakat dan wisatawan yang berada di lokasi Gunung Semeru dilarang beraktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi, dan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai).
Selain itu juga dilarang untuk beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
PVMBG juga mengimbau untuk masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
PVMBG juga mengimbau untuk masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Artikel Terkait
Aktivitas Gunung Api Ruang di Sitaro Naik Level Waspada, Jaringan Komunikasi Terputus
Letusan Gunung Api Ruang di Sulawesi Utara, Picu Ketakutan Akan Tsunami
Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Ruang
Dampak Erupsi Gunung Api Ruang Meluas, Pemerintah Fokus pada Penyelamatan Warga Terdampak
PVMBG Umumkan Status Gunung Api Ruang, Turun dari Level IV ke Level III