Menteri Agama: Ada Makna Tersembunyi di Balik Perayaan Maulid Nabi, Apa Itu?

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 15 September 2024 | 21:35 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Foto Dok. Kemenag)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (Foto Dok. Kemenag)


REPORTASENTT.COM-  Menurut Menteri Agama, K. H. Yaqut Cholil Qoumas, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar momentum untuk mengenang masa lalu, tetapi juga waktu yang tepat untuk menghayati ajaran-ajaran luhur yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Lebih lanjut,  Yaqut Cholil Qoumas, menegaskan bahwa peringatan ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki diri dan memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama.

Peringatan Maulid Nabi, bagi Yaqut Cholil Qoumas, adalah momentum yang sangat berharga untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat tali persaudaraan sesama umat Islam.
 
 
"Mengutip ajaran Rasulullah, Menag mengimbau agar masyarakat bisa menghargai perbedaaan dan hidup berdampingan lewat perbedaan itu," katanya.

Dalam kesempatannya ia mengungkapkan di madinah Rasulullah membangun masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman suku dan agama.
 
“Sudah seharusnya, kita terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang rukun, damai, dan berkeadilan. Sebagai bangsa yang beragam, kita harus terus mengamalkan moderasi beragama agar tercipta kehidupan yang harmonis dan saling menghargai,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Minggu (15/09/24).
 
Baca Juga: Terungkap! Aksi Begal di Jalan Raya Ngagel Surabaya, Delapan Pelaku Ditangkap Polisi

Menag menyebut, Rasulullah SAW adalah sosok teladan yang sempurna dalam berbagai aspek kehidupan.

Menurutnya, Rasulullah mampu membangun masyarakat Madinah dengan prinsip keadilan, toleransi, dan kasih sayang.
 
“Peringatan Maulid Nabi SAW mengandung makna yang dalam bagi Indonesia. Sosok Rasulullah mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman,” jelasnya.
 
Baca Juga: Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab Terus Berulangnya Puluhan WNI Korban TPPO di Myanmar

Menag meminta masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat komitmen dalam meneladani akhlak Rasulullah.

Baik dalam hubungan dengan Allah, hubungan antarsesama manusia, maupun dalam menjaga bangsa dan negara.
 
“Melalui peringatan ini, semoga kita dapat terus meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Serta mengaplikasikan ajaran-ajaran beliau dalam setiap langkah kehidupan,” tutupnya.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X