Anggota Bhabinkamtibmas Polres Flotim Menjadi Guru: Hadirkan Harapan bagi Anak- anak Bugalima yang Kehilangan Pendidikan

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 23:35 WIB
Briptu Kelen, saat mengajar anak- anak SMP Satap Bugalima. (Foto Polda NTT)
Briptu Kelen, saat mengajar anak- anak SMP Satap Bugalima. (Foto Polda NTT)


REPORTASENTT.COM, ADONARA- Konflik yang melanda Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, tak hanya menghancurkan ketenangan hidup, tetapi juga memutus akses pendidikan bagi anak-anak di sana.
 
Sekolah yang biasanya menjadi tempat belajar dan bermain terpaksa tutup, meninggalkan mereka dalam kekosongan tanpa rutinitas yang biasa mereka jalani.
 
Di tengah kehampaan ini, anak-anak di Bugalima merindukan kehadiran seorang guru, seseorang yang bisa mengisi hari-hari mereka dengan pelajaran, harapan, dan kenyamanan.
 
Baca Juga: Anak- anak Bugalima Temukan Harapan: Pemulihan Trauma di Tengah Sisa- sisa Rumah yang Terbakar

Di tengah situasi ini, hadir seorang anggota Bhabinkamtibmas Polres Flores Timur, Briptu Kelen, yang tergerak hatinya untuk berbuat lebih.
 
Tak lagi datang sebagai petugas keamanan, ia justru hadir sebagai sosok guru sementara.
 
Dengan senyum dan ketulusan yang memancar, Kelen masuk ke ruang kelas yang sunyi, berinteraksi dengan anak-anak dengan penuh kesabaran dan empati.
 
Baca Juga: Pria Asal Timor Leste Diciduk di TTU: Tersandung Kasus Pencurian Sepeda Motor, Apa Motifnya?
 
Ia mengajar mereka bukan hanya pengetahuan, tetapi juga rasa semangat untuk menjalani hari-hari mereka dengan harapan baru.

Kelen  tak hanya menjadi guru dadakan, tetapi juga sosok yang menyelamatkan mimpi-mimpi anak-anak Desa Bugalima di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.
 
Setelah konflik yang melanda Adonara Barat, aktivitas pendidikan di wilayah tersebut turut terpengaruh.
 
 
Di Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat (Adobar), tiga sekolah terpaksa meliburkan aktivitas belajar-mengajar akibat dampak konflik.
 
Tiga sekolah yang terdampak adalah PAUD St. Elisabeth, SD Inpres Bugalima, dan SMP N Satap Bugalima.
 
Situasi ini membuat anak-anak di desa tersebut kehilangan akses pendidikan dan rutinitas harian mereka, yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan normal.
 
Baca Juga: Solidaritas Pasca Konflik: Dapur Lapangan Polda NTT Berbagi Harapan Lewat Makanan Siap Saji untuk Warga Bugalima

Briptu Kelen, pada, Jumat (25/10/2024) pagi, mendatangi SMP N Satap Bugalima.
 
“Kehadiran saya di sini bukan hanya untuk memberikan keamanan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa kami peduli. Anak-anak ini butuh seseorang yang bisa mendampingi mereka dalam belajar, agar mereka tetap merasa ada harapan dan semangat untuk bangkit,” ungkap Briptu Kelen dengan mata berbinar penuh haru.
 
Briptu Kelen mengajarkan berbagai hal sederhana namun penuh makna, hingga menanamkan nilai-nilai kebersamaan.
 
Baca Juga: Antisipasi Konflik Susulan: Satbrimob Polda NTT dan Polres Flotim Gencarkan Patroli Jalan Kaki Malam Hari di Bugalima  
 
Ia mengajak anak-anak untuk tetap fokus pada pendidikan dan tidak menyerah meski dalam situasi yang sulit.
 
Anak-anak pun terlihat antusias dan mulai ceria kembali, mengelilingi Briptu Kelen, seolah menemukan sosok guru yang mereka rindukan.

“Ketika saya melihat anak-anak ini, saya merasa bahwa mereka sangat membutuhkan perhatian. Tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk mendapatkan semangat dan motivasi. Pendidikan adalah hak mereka, dan saya ingin berkontribusi meskipun hanya dengan cara sederhana,” tambahnya.
 

Briptu Kelen berjanji akan terus membantu anak-anak selama aktivitas belajar-mengajar di sekolah-sekolah tersebut belum bisa berjalan normal.
 
“Anak-anak ini adalah masa depan Adonara Barat. Kita tidak boleh membiarkan mereka putus asa. Saya akan terus datang dan mengajar mereka, karena saya yakin pendidikan bisa menjadi jalan untuk kebangkitan mereka,” tutupnya dengan penuh haru.

Kehadiran Briptu Kelen tidak hanya sebagai pengganti guru, tetapi juga menjadi simbol kasih dan dukungan bagi masyarakat Desa Bugalima.
 
 
Dengan tekadnya untuk tetap mendampingi anak-anak, ia berharap bisa memberikan kekuatan bagi mereka di tengah masa sulit, dan menjadi bukti bahwa kehadiran kepolisian bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi sahabat dan pengayom di segala situasi.
 

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X