Kepala BNPB Akan Bawa Ahli Petakan Kondisi Gunung Lewotobi Laki- laki

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Kamis, 7 November 2024 | 09:23 WIB
Kepala BNPB RI saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Lewotobi.
Kepala BNPB RI saat meninjau Pos Pengamatan Gunung Lewotobi.

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M dalam rangka penanganan darurat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki berlanjut ke Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-Laki bertempat di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (6/11) pagi hari.

Saat meninjau, Suharyanto didampingi oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hadi Wijaya guna mendapatkan penjelasan lebih rinci terkait aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Dirinya menyatakan, BNPB dan PVMBG Badan Geologi akan membawa ahli memetakan bagaimana kondisi gunung sekarang ini, kemudian memasang early warning system sebagaimana yang dilakukan di Gunung Marapi Sumatra Barat dan Gunung Ibu Halmahera Barat.

 Baca Juga: Polres Cianjur Terus Berupaya Menekan Angka Pelanggaran dan Kejahatan Melalui Sosialisasi

Meskipun nantinya dipasangkan alat peringatan dini, Suharyanto berpesan bahwa sehebat apapun alatnya, belum ada yang bisa memprediksi secara tepat kapan letusan akan terjadi.

Kegiatan yang dilakukan di Posko Pemantauan antara lain melihat kondisi seismograf aktivitas Gunung Lewetobi Laki-Laki dn melihat secara langsung kondisi puncak gunung dari Pos Pemantauan.

Setelah mengunjungi Pos Pemantuan, Kepala BNPB meneruskan kegiatannya dengan melihat korban erupsi Gunung Lewetobi Laki-Laki yang masih di rawat di RSUD. Henrikus Fernandez Larantuka.

 Baca Juga: Kabar Pilu dari Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi: Heri Sawun dan Keluarga Bertahan dengan Singkong di Pondok Pengungsian Mandiri

Para korban yang masih dirawat berjumlah lima orang dengan kondisi yang bervariasi, luka berat 1 orang dan 4 orang lainnya luka sedang.

Erupsi yang terjadi pada 3 November 2024 ini, merupakan kejadian yang membuat Suharyanto datang kembali setelah sebelumnya pada Januari yang lalu telah datang ke sini meninjau.

Kepala BNPB mengungkapkan, sepanjang perjalanan menuju ke lokasi Pos Pemantauan, dirinya melihat rumah warga yang berada di Kawasan rawan bencana, hal ini membuat salah satu langkah mitigasi yang tepat adalah merelokasi masyarakat tersebut.

 Baca Juga: Kepala BNPB RI Imbau Warga Mau Direlokasi Demi Hindari Bahaya Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki

Bagi masyarakat yang direlokasi tidak perlu khawatir, tanah dan lahan yang mereka miliki dalam radius 7 kilometer tersebut akan tetap menjadi milik mereka.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X