Siap- siap, Pendidikan Indonesia Alami Kebijakan Kurikulum Baru, Kemendikdasmen Libatkan Pemangku Kepentingan untuk Evaluasi

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 11 November 2024 | 07:38 WIB
Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, S.H., M.H., Ph.D. (Foto tangkapan layar  Youtube Studio Persis Sukapakir)
Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, S.H., M.H., Ph.D. (Foto tangkapan layar Youtube Studio Persis Sukapakir)
 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, S.H., M.H., Ph.D., mengatakan, akan mengevaluasi kurikulum Merdeka untuk menjawab tantangan dan kebutuhan zaman yang kian dinamis.
 
Terlebih kata dia, dengan situasi-situasi yang berbeda.
 
Kemendikdasmen akan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan dalam melakukan evaluasi kebijakan.
 
 
Utamanya untuk kebijakan di bidang pendidikan dasar dan menengah.

"Jadi perubahan bukan sesuatu yang harus dihindari atau menganggap yang sebelumnya jelek. Tidak sama sekali," ujarnya, dilansir dari laman RRI, Minggu (10/11/24).

Dalam keterangannya ia memberi sinyal akan adanya sejumlah perubahan dalam kebijakan dan proses pembelajaran di kelas.
 
 
Baik dari sisi metode maupun kurikulumnya. 

"Kedua-duanya ada kemungkinan. Kan tadi sudah disampaikan, perubahan itu keniscayaan," jelasnya.

Di antaranya tentang penerapan proses pembelajaran yang selama ini berjalan di sekolah.
 
 
Mulai dari cara mengajar guru hingga evaluasi penerapan kurikulum besutan mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

"Namun, bukan berarti menganggap yang sebelumnya tidak bagus, tapi ada perubahan. Karena perubahan berdasarkan kebutuhan," ujarnya.

Ketika disinggung, kemungkinan perubahan Kurikulum Merdeka, Atip pun tidak menutup opsi tersebut.
 
Baca Juga: Satgas Aman Nusa II Siaga, Edukasi Masyarakat yang Masih Berada di Area Rawan Erupsi Lewotobi   

"Mungkin bahasa tepatnya itu Kurikulum Merdeka akan diperbaiki jadi ada beberapa bagian yang perlu diubah, saya belum bisa mengatakan apakah namanya jadi 'merdeka-merdeka' sekali atau enggak," tutupnya.
 
 
 

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X