Moris menjadi simbol bisu dari duka yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.
“Moris tahu kapan tuannya pulang dari misa, tahu saat ada tamu datang. Tapi hari ini… Moris tidak tahu cara menunggu keabadian,” tulis seorang warga bernama Itho Bary di media sosial.
Baca Juga: Duka Mendalam: Kepergian Mgr. Petrus Turang, Sosok Pemimpin Rohani yang Dicintai
Mgr. Petrus Turang meninggalkan warisan iman dan keteladanan yang dalam bagi umat Katolik di wilayah Timur Indonesia.
Ia tidak hanya meninggalkan jejak di altar dan bangku-bangku katedral, tapi juga dalam hati umat dan makhluk-makhluk kecil yang disayanginya.
Pemakaman rencananya akan dilangsungkan pada awal pekan depan setelah misa requiem yang akan dihadiri oleh para uskup, imam, biarawan-biarawati, serta umat dari berbagai keuskupan.
Baca Juga: Tak Hanya Melayat, Presiden Prabowo Ungkap Hubungan Keluarga dengan Mgr. Petrus Turang!
Selamat jalan, Mgr. Petrus Turang.
Langit cerah hari ini, tetapi Kota Kupang tengah berkabung.