REPORTASENTT.COM, KUPANG- Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, tutup usia, pada Jumat (4/4) pukul 06.20 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Mendiang wafat dalam usia 78 tahun, satu bulan, sebelas hari.
Kabar duka ini mengguncang umat Katolik di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Akhir Sebuah Era, ASKAB PSSI Lembata dan Hasan Haju Resmi Berpisah
Jenazah Mgr. Petrus Turang tiba di Kupang pada Sabtu pagi (5/4), disambut oleh ratusan umat yang memadati pelataran Gereja Katedral Kristus Raja.
Suasana haru dan duka menyelimuti upacara penerimaan jenazah yang dipimpin oleh para imam dan pejabat gereja setempat.
Mgr. Petrus Turang dikenal sebagai sosok gembala yang penuh kasih dan rendah hati.
Baca Juga: Di Balik Pertemuan Gubernur Melki dan Uskup Agung Ende: Proyek Geothermal NTT di Ujung Tanduk!
Selama hampir tiga dekade memimpin Keuskupan Agung Kupang, ia dikenal luas karena semangat pelayanannya yang konsisten dan semboyan hidupnya, “Pertransiit Benefaciendo”, berkeliling sambil berbuat baik.
Selain umat manusia, kehilangan atas kepergian sang uskup juga dirasakan oleh seekor anjing kecil bernama Moris.
Hewan peliharaan setia ini dikenal sebagai sahabat dekat Mgr. Petrus.
Ia kerap menemani sang uskup di ruang tamu, di bawah meja kerja, hingga tidur di kamar yang kini kosong.
Artikel Terkait
Diam- diam Sejak 2023: Tindakan Mengejutkan Guru Besar UGM yang Baru Terungkap
Terjun dari Tebing Pantai Base'G Kanan, Hilang Ditelan Ombak: Detik- detik Dramatis Evakuasi oleh Prajurit TNI AL
Salat Idulfitri Tak Bersama, Ridwan Kamil dan Atalia Bikin Heboh! Pengacara Buka Fakta Mengejutkan Soal Isu Perselingkuhan
Di Balik Pertemuan Gubernur Melki dan Uskup Agung Ende: Proyek Geothermal NTT di Ujung Tanduk!
Akhir Sebuah Era, ASKAB PSSI Lembata dan Hasan Haju Resmi Berpisah