REPORTASENTT.COM, ENDE- Di Istana Keuskupan Agung Ende, keputusan besar mulai menggema, pada Jumat (4/4/2025).
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, bertemu langsung dengan Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, pertemuan yang konon bukan sekadar diplomasi basa- basi, tapi bisa jadi titik balik arah pembangunan di wilayah ini.
Topik utama? Geothermal. Ya, proyek energi panas bumi yang selama ini dijual dengan label “masa depan NTT”, mendadak terancam tiarap, hanya karena... suara para uskup?
Energi Surga vs Energi Dunia
Dalam forum itu, Gubernur Melki, yang biasanya terdengar penuh optimisme soal pembangunan infrastruktur dan investasi, tiba-tiba mengakui bahwa proyek geothermal “kurang baik sejak awal”.
Sebuah pengakuan yang langka, mungkin bahkan lebih langka daripada air bersih di beberapa desa lokasi proyek.
“Kami sudah dengar masukan dari Bapak Uskup. Semua yang belum jalan akan dipending,” ujar Gubernur Melki dengan nada yang, untuk ukuran politisi, sangat kontemplatif.
Kontemplatif? Atau tersudut?
Karena di ruangan yang sama, hadir juga suara moral dari seluruh penjuru gerejani: dari Denpasar, Ruteng, Atambua, Maumere hingga Larantuka, sebuah sinode tak tertulis yang kompak menyuarakan satu hal: Stop eksploitasi bumi kami.
Artikel Terkait
Heboh! Buruh Pelabuhan Lewoleba Paksa Penumpang Serahkan Barang Bawaan
PDIP Undang Presiden Prabowo ke Kongres: Panggung Rekonsiliasi atau Drama Politik Musiman?
Diam- diam Sejak 2023: Tindakan Mengejutkan Guru Besar UGM yang Baru Terungkap
Terjun dari Tebing Pantai Base'G Kanan, Hilang Ditelan Ombak: Detik- detik Dramatis Evakuasi oleh Prajurit TNI AL
Salat Idulfitri Tak Bersama, Ridwan Kamil dan Atalia Bikin Heboh! Pengacara Buka Fakta Mengejutkan Soal Isu Perselingkuhan