Matahari yang sama yang membakar ladang, bisa diolah tanpa merusak tanah.
Tanpa mengebor bumi. Tanpa merusak ritual.
Sebagai provinsi yang dijual sebagai “pariwisata unggulan”, mengapa harus memilih bor daripada sinar?
Apakah Ini Akhir dari Geothermal NTT?
Jawabannya belum pasti. Tapi satu hal jelas: suara para uskup kini telah menggetarkan kursi kekuasaan.
Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Hebohkan Paupire Ende: 7 Pelaku Diamankan dalam Waktu Kurang dari 48 Jam!
Dari altar ke kantor gubernur, dari misa ke meja negosiasi.
Pertemuan sunyi di Keuskupan Ende telah membuka pintu besar menuju pertimbangan ulang.
Apakah proyek geothermal akan tetap jalan?
Atau justru sejarah akan mencatat: bahwa di suatu hari yang tenang, di sebuah ruang doa, bumi NTT akhirnya diselamatkan, bukan oleh kebijakan, tapi oleh iman.
Artikel Terkait
Heboh! Buruh Pelabuhan Lewoleba Paksa Penumpang Serahkan Barang Bawaan
PDIP Undang Presiden Prabowo ke Kongres: Panggung Rekonsiliasi atau Drama Politik Musiman?
Diam- diam Sejak 2023: Tindakan Mengejutkan Guru Besar UGM yang Baru Terungkap
Terjun dari Tebing Pantai Base'G Kanan, Hilang Ditelan Ombak: Detik- detik Dramatis Evakuasi oleh Prajurit TNI AL
Salat Idulfitri Tak Bersama, Ridwan Kamil dan Atalia Bikin Heboh! Pengacara Buka Fakta Mengejutkan Soal Isu Perselingkuhan