Di Balik Pertemuan Gubernur Melki dan Uskup Agung Ende: Proyek Geothermal NTT di Ujung Tanduk!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Sabtu, 5 April 2025 | 19:59 WIB
Gubernur NTT,  Melki Laka Lena saat berdialog langsung dengan Uskup Agung Ende,  Mgr. Paul Budi Kleden.  (Foto Facebook Melki Laka Lena.)
Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat berdialog langsung dengan Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden. (Foto Facebook Melki Laka Lena.)

Petani, Air, dan Ritual yang Terlupakan

Para uskup menegaskan: eksplorasi geotermal bukan hanya soal teknis dan profit, tapi soal hidup- mati masyarakat adat dan ekosistem rapuh.

“Lahan kami sempit, air makin langka, dan kalian datang dengan bor raksasa?” Kira-kira begitu inti pesannya.

 Baca Juga: PDIP Undang Presiden Prabowo ke Kongres: Panggung Rekonsiliasi atau Drama Politik Musiman?

Pertanian bukan sekadar urusan pangan, tapi fondasi dari budaya, ritual, bahkan spiritualitas masyarakat Flores dan Lembata.

Dan jangan lupakan: setiap kali air kering di ladang, bukan hanya padi yang mati, tapi juga harapan generasi.

“Green Energy” yang Tak Ramah Lingkungan?

Baca Juga: Heboh! Buruh Pelabuhan Lewoleba Paksa Penumpang Serahkan Barang Bawaan


Lucunya, proyek geothermal ini kerap dibungkus dalam selimut manis: energi hijau.

Tapi bukankah hijau itu lambang kesuburan, keseimbangan, dan keberlanjutan? Tiga hal yang justru terancam oleh alat-alat berat dan izin- izin tambang.

PMKRI Cabang Ende bahkan ikut bersuara lantang: jangan jual nama pembangunan kalau itu hanya melahirkan konflik sosial, kerusakan lingkungan, dan pemiskinan struktural.

Baca Juga: Tim Misi Kemanusiaan Indonesia Tiba di Myanmar: Siap Tanggulangi Bencana Gempa M7.7

 

Tawaran: Matahari Lebih Bersahabat

Keuskupan Agung Ende tak hanya menolak, mereka juga menawarkan jalan lain: energi surya.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X