Pada prosesi Jumat Agung ini, perjalanan diwarnai dengan perhentian di sejumlah titik armida, tempat-tempat perhentian doa, di mana peziarah berhenti sejenak untuk merenungkan kisah sengsara Kristus.
Di setiap armida, suasana haru semakin terasa dengan lantunan ratapan dukacita yang dinyanyikan oleh para perempuan berkabung dan Konfreria, termasuk lagu-lagu seperti Signor Deo dan Ovos Omnes yang melukiskan kesedihan Bunda Maria.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Diduga Cemarkan Nama Baik Warga, Dilaporkan ke Polisi
Hingga berita ini diturunkan, prosesi Jumat Agung masih terus berlangsung, diiringi gerimis tipis yang menambah kekhusyukan dan kesyahduan malam Semana Santa di Larantuka.
Para peziarah hingga pukul 23.19 WITA, tampak khusyuk mengikuti jalannya prosesi Jumat Agung meskipun basah kuyup