Pada prosesi Jumat Agung ini, perjalanan diwarnai dengan perhentian di sejumlah titik armida, tempat-tempat perhentian doa, di mana peziarah berhenti sejenak untuk merenungkan kisah sengsara Kristus.
Di setiap armida, suasana haru semakin terasa dengan lantunan ratapan dukacita yang dinyanyikan oleh para perempuan berkabung dan Konfreria, termasuk lagu-lagu seperti Signor Deo dan Ovos Omnes yang melukiskan kesedihan Bunda Maria.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Surabaya Armuji Diduga Cemarkan Nama Baik Warga, Dilaporkan ke Polisi
Hingga berita ini diturunkan, prosesi Jumat Agung masih terus berlangsung, diiringi gerimis tipis yang menambah kekhusyukan dan kesyahduan malam Semana Santa di Larantuka.
Para peziarah hingga pukul 23.19 WITA, tampak khusyuk mengikuti jalannya prosesi Jumat Agung meskipun basah kuyup
Artikel Terkait
Doa yang Terapung di Atas Gelombang, Lamalera Menjaga Janji di Semana Santa Larantuka
Diguyur Hujan Lebat, Ribuan Peziarah Iringi Prosesi Laut Tuan Meninu di Larantuka
Aksi Maling Motor di Pacitan Berakhir Mengejutkan! Pelaku Sempat Nongkrong di Rumah Korban Sebelum Kabur!
Terbongkar! Jaringan Sabu Pasca Lebaran Digulung Polisi, 132 Gram Barang Bukti dan Lima Tersangka dari Tiga Lokasi
Cerita Perjalanan Peledang Lamalera: Arungi Lautan Menuju Larantuka, Mengawal Sampan Arca Yesus Tersalib