Diguyur Hujan Lebat, Ribuan Peziarah Iringi Prosesi Laut Tuan Meninu di Larantuka

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Jumat, 18 April 2025 | 11:32 WIB
Para peziarah basah kuyup saat mengiringi prosesi laut di Larantuka.
Para peziarah basah kuyup saat mengiringi prosesi laut di Larantuka.

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Hujan yang mengguyur Kota Larantuka sejak dini hari, Jumat (18/4/2025), tak menghalangi ribuan umat Katolik dan peziarah untuk mengikuti prosesi laut mengiringi arca Yesus Tersalib, yang keluar dari Kapel Tuan Meninu, Kelurahan Sarotari, menuju Pantai Kuce, Kelurahan Pohon Sirih, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Sejak pagi, ratusan kapal, perahu, dan sampan kecil tampak memadati perairan Larantuka.

Mereka mengarak peti berisi arca Yesus Tersalib dari Kapel Tuan Meninu menuju Pantai Kuce, yang menjadi lokasi singgah berikutnya dalam rangkaian tradisi Semana Santa.

 

Baca Juga: Doa yang Terapung di Atas Gelombang, Lamalera Menjaga Janji di Semana Santa Larantuka

Tak hanya perahu milik nelayan dan peziarah, kapal tradisional Peledang milik masyarakat Lamalera, yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan paus, juga turut mengawal sampan yang membawa arca Yesus Tersalib menuju Pantai Kuce.

Prosesi penghormatan ini merupakan bagian dari tradisi Semana Santa di Larantuka, di mana suku Sawu, penjaga wilayah bahari bagian timur kota, mendapat kepercayaan untuk mengarak Tuan Meninu di atas laut.

"Ini hujan berkat," ungkap Yuvenalis Siwa Diaz, salah satu warga Larantuka, saat ditemui Reportase NTT di sela prosesi, Jumat (18/4/2025).

Baca Juga: Duh! Produk Ilegal Senilai Rp15 Miliar Disergap Kemendag, Ada Mainan Anak hingga Elektronik dari China

Dalam prosesi laut ini, sampan yang membawa peti arca Yesus Tersalib berada di posisi terdepan, dikawal oleh barisan kapal dan sampan lain yang dipenuhi umat serta peziarah.

Di sepanjang perjalanan, para peziarah mengenakan pakaian serba hitam, sembari melantunkan doa dan lagu-lagu rohani.

Para pemuda Laskar Tuan Meninu yang bertugas mendayung pun tak luput dari terpaan hujan deras dan arus gonsalu yang kuat.

Baca Juga: Terungkap! Dua Remaja Putri di Kupang Diduga Bully Lewat Medsos, Suara Ancaman Jadi Bukti

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X