news

Dilaporkan ke Polisi Karena Disiplinkan Siswa, Ini Jawaban Tak Terduga Dedi Mulyadi

Sabtu, 7 Juni 2025 | 23:14 WIB
Kangen Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Foto tangkapan layar Instagram Dedi Mulyadi. )



REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi buka suara terkait laporan pidana yang dilayangkan seorang wali murid, Adhel Setiawan, terhadap dirinya.
 
Alih-alih menunjukkan kemarahan, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi itu memilih untuk merespons dengan kepala dingin.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (7/6), Dedi menyatakan bahwa kritik maupun upaya hukum terhadap dirinya bukan hal yang perlu dibalas dengan emosi.
 
 Baca Juga: Oknum Polisi di Sumba Barat Daya Diduga Lecehkan Perempuan di Kantor Polsek, Kapolres Ungkap Hal Ini!
 


“Saya sampaikan ya kepada semuanya, berbagai upaya yang diarahkan pada diri saya, baik kritik, saran, bully, nyinyir, atau upaya mempidanakan diri saya, enggak usah ditanggapi dengan emosi,” ujar Dedi.

“Mungkin mereka lagi mau mencari perhatian,” sambungnya.

Sebelumnya, Dedi dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Adhel Setiawan pada Kamis (5/6).
 
 
 Baca Juga: Menteri Bahlil Datangi Langsung Pulau Gag, Warga Teriak: Jangan Tutup Tambang, Pak!
 
Adhel menuding kebijakan Dedi yang mengirim siswa bermasalah ke barak militer sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak anak.

Menurut Adhel, kebijakan tersebut melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 76H.
 
Ia juga menyebut Dedi menjalankan kekuasaan tanpa dasar hukum.
 
 Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Hadapi Jepang, Egy Maulana Tantang Skuad Samurai: Utama atau Cadangan, Kami Tak Gentar!
 


“Dedi Mulyadi ini kami anggap melaksanakan negara kekuasaan,” kata Adhel.

Selain melapor ke Bareskrim, Adhel juga mengadukan kebijakan tersebut ke Komnas HAM pada 8 Mei 2025.

Menanggapi tudingan itu, Dedi menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi berbagai serangan terhadap kepemimpinannya.
 
 
 Baca Juga: Skandal Hijau: Ketika Raja Ampat dan Flores Dikorbankan Demi Tambang dan Energi Bersih
 
Ia juga mengingatkan publik agar tidak gegabah menghakimi pemimpin yang sedang mengambil keputusan.

“Jangan sampai setiap orang yang mengambil tindakan, ramai-ramai ‘digebukin’,” ucapnya.

“Kalau mentalnya kayak saya, enggak ada masalah. Tapi kalau mentalnya lemah, orang di Indonesia ini tidak akan ada yang mau ngurusin orang lain,” tutupnya.


Tags

Terkini