Bahlil Bongkar Fakta Mengejutkan! Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Turun Sebelum Jadi Menteri, Fadli Zon Turun Tangan!

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 20:29 WIB
Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia - ungkap izin PT GAG Nikel bukan saat era pemerintahannya. (Instagram.com/bahlillahadalia)
Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia - ungkap izin PT GAG Nikel bukan saat era pemerintahannya. (Instagram.com/bahlillahadalia)



 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTAMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya angkat bicara blak-blakan soal polemik panas tambang nikel di Raja Ampat yang tengah jadi sorotan publik.
 
Penambangan yang dilakukan oleh PT GAG Nikel ini dituding berpotensi merusak surga alam Indonesia yang mendunia itu.

Namun mengejutkannya, Bahlil mengklaim tak tahu-menahu soal izin tambang tersebut!
 
 


“IUP itu terbit tahun 2017, saya masih Ketua Umum HIPMI, belum jadi menteri!” tegas Bahlil saat ditemui media di Kementerian ESDM, Jumat (5/7/2025).

Ia menambahkan bahwa PT GAG Nikel merupakan anak perusahaan milik negara, yakni PT Antam Tbk, dan izin yang dimiliki sudah disertai AMDAL sejak sebelum beroperasi di 2018.

“Ini BUMN, alat yang beroperasi milik PT GAG Nikel, bukan perusahaan asing. Dan sebelum jalan, AMDAL-nya sudah ada,” lanjutnya.
 
 


Namun karena kontroversi yang makin panas, Bahlil mengambil langkah tegas.
 
Ia memerintahkan penghentian sementara aktivitas tambang dan menunggu hasil verifikasi lapangan.

Pernyataan Bahlil langsung mendapat dukungan mengejutkan dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang juga ikut bersuara lantang!
 
Baca Juga: Bukan Warga Biasa! Sosok Pengedar Sabu Ini Ternyata Punya Jabatan di Desa

“Kita sangat setuju. Jangan sampai tambang itu merusak!” kata Fadli usai salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jumat (6/6/2025).
 
Ia mengingatkan bahwa keindahan alam dan ekosistem Raja Ampat harus dilindungi dengan serius.

“Jangan ada satu pun tambang yang bisa merusak keindahan alam Raja Ampat. Itu kekayaan dunia, bukan cuma Indonesia!” tegas Fadli.
 
 

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X