Catatan Redaksi
REPORTASENTT.COM- Laut jadi lumpur, hutan jadi pelabuhan tambang. Dan negeri diam...
Raja Ampat dalam Ancaman: Surga Papua Dikeruk Demi Nikel
"Kami tidak minta emas, kami cuma ingin laut kembali jernih."
Kalimat itu datang dari Ronisel Mambrasar, nelayan generasi ketiga dari Pulau Gag, Raja Ampat.
Dulu, air lautnya sebening kristal. Kini, sejak tambang nikel masuk, ikan menghilang, air keruh, dan para turis enggan datang.
Baca Juga: Heboh! Prabowo Goyang Gemu Fa Mi Re Bareng Timnas Usai Bantai China
Pulau yang dijuluki surga bawah laut itu kini perlahan berubah jadi kawasan industri logam berat.
Dihimpun dari berbagi sumber menemukan bahwa antara 2020–2024, luas konsesi tambang nikel di Raja Ampat melonjak lebih dari tiga kali lipat.
Sedikitnya 22.420 hektare kawasan hutan dan pesisir, termasuk kawasan konservasi kelas dunia, telah diberikan izin tambang.
Pulau-pulau kecil seperti Gag, Kawe, Manuran, hingga Manyaifun kini tak lagi ramah.
Baca Juga: Jutaan Barang Impor Ilegal dari China Disita, DPR: TikTok Jadi Sarang Produk Ilegal!
Ekskavator dan pelabuhan tambang berdiri di bibir pantai. Lumpur tailing menenggelamkan terumbu karang. Sumber penghidupan warga lenyap dalam senyap.
“Kami menanam terumbu karang selama 10 tahun. Sekarang, dalam dua bulan, habis disapu lumpur tambang,” ujar Mama Yustina dari Manyaifun.
Artikel Terkait
Pasangan Pria dan Wanita Tertangkap Simpan Barang Ini di Karung Garam! Polisi Bongkar Modus Tak Terduga
Rakyat Di Prank Pemerintah? Janji Diskon Listrik 50 PersenĀ Batal, Mufti Anam Murka: Ini PHP Massal!
Jutaan Barang Impor Ilegal dari China Disita, DPR: TikTok Jadi Sarang Produk Ilegal!
Heboh! Prabowo Goyang Gemu Fa Mi Re Bareng Timnas Usai Bantai China