Namun, dalam situasi yang tak terduga, Pastor RD Yermin melakukan intervensi langsung melalui sambungan telepon dan meminta Marselinda untuk segera bersiap diri menuju Kapel Bukit Doa, tempat pemberkatan akhirnya dilangsungkan.
Dalam homilinya, RD Yermin mengangkat bacaan Injil Yohanes 19:28–30 tentang wafatnya Yesus, dan mengaitkannya dengan komitmen hidup baru dalam pernikahan.
Baca Juga: Arisan Online Rp35 Juta di Labuan Bajo Berakhir Damai, Si Pelapor Tiba- tiba Lakukan Ini!
“Untuk memperingati kematian kalian hari ini adalah kehidupan kalian yang lama. Karena itu, jangan sekali-kali kembali pada kebiasaan lamamu, agar dapat menata kehidupan barumu di masa mendatang,” kata RD Yermin di hadapan kedua pasangan dan umat yang hadir.
Ia juga menggambarkan sosok Maria Magdalena sebagai pribadi yang menangisi masa lalunya dan memilih jalan pertobatan setelah bertemu Yesus.
“Jika memang engkau harus mati, maka mati demi pasanganmu. Hari ini kalian bertemu dengan Tuhan. Maka hiduplah dalam kasih dan perbaruilah seluruh hidupmu dalam Kristus,” tutup RD Yermin mengakhiri kotbahnya.