news

Vegan Squad Indonesia Gelar Rangkaian Seminar Iklim di Flores, Kritik Kebijakan Mahal dan Tidak Efektif

Sabtu, 22 November 2025 | 10:48 WIB
Peserta seminar memadati Aula Susteran CIJ Waibalun, Larantuka, mendengarkan pemaparan Vegan Squad Indonesia tentang ancaman pemanasan global dan solusi adil bagi masyarakat terdampak di daerah. (Foto/ Elen Labina)


REPORTASENTT.COM, LARANTUKA – Kekhawatiran terhadap pemanasan global dan meningkatnya bencana ekologis menjadi sorotan dalam seminar bertajuk Bencana dan Solusi yang Efektif dan Adil yang digelar di Aula Susteran CIJ Waibalun, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Jumat (21/11/2025).
 


Komunitas Vegan Squad Indonesia hadir sebagai penggerak utama kegiatan tersebut, membawa misi penyadaran publik mengenai solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dinilai kerap diabaikan para pemimpin dunia.


“Kami dari Vegan Squad Indonesia adalah komunitas relawan yang punya komitmen untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang kondisi panas bumi dan solusi-solusi terutama yang sudah ditemukan oleh para ilmuwan global, namun selama ini diabaikan,” kata Sri Palupi dalam pemaparannya.
 
 
Baca Juga: Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Flores Timur Didatangi Kejati NTT
 
 
 

Palupi menekankan bahwa masyarakat, terutama kelompok rentan, tidak boleh terus menunggu tindakan dari pihak yang dinilai belum menyentuh akar persoalan perubahan iklim.
 
 
 
Ia menilai berbagai kebijakan iklim saat ini masih mahal dan tidak menyelesaikan masalah secara mendasar.
 


“Kita tahu bahwa sampai sekarang tidak menyentuh sampai ke akar persoalannya meskipun biaya besar telah dikeluarkan,” katanya.
 
 
 
 
Baca Juga: Satreskrim Polres Manggarai Barat Tetapkan AJ (44) sebagai Tersangka Dugaan Tindak Pidana Perlindungan Anak

Ia juga menyoroti kondisi global yang semakin genting.
 
 
“Suhu bumi ini kalau sampai pada 3 derajat, maka kita tidak bisa lagi beradaptasi,” ujarnya mengingatkan.
 


Palupi turut mengutip laporan FAO tahun 2006 yang memperkirakan bahwa 18 persen emisi gas rumah kaca dunia berasal dari sektor peternakan.
 
 
 
Baca Juga: Tim Tabur Kejati NTT Tangkap Terpidana 8 Tahun di Perkebunan Sawit Kalimantan Tengah, Dipulangkan Secara Estafet ke Kupang
 
 
 
Menurutnya, perubahan pola konsumsi menjadi bagian penting dari solusi.
 
 
Sri Palupi, anggota Vegan Squad Indonesia.


Relawan Berbasis Kepedulian Ekologis

Vegan Squad telah berdiri lebih dari lima tahun, berawal dari keprihatinan para relawan terhadap meningkatnya bencana ekologis.
 
 
 
Kini komunitas tersebut berkembang di berbagai wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur.

Seminar di Larantuka menjadi bagian dari rangkaian kegiatan selama tiga hari di Pulau Flores yang melibatkan Vegan Squad Jakarta bersama Komunitas CIJ, Seminari San Dominggo, dan JPIC SVD.
 
 
Baca Juga: 8 Warga Sikka Nyaris Diselundupkan ke Kaltim, Polisi Bongkar Modus Perekrut Ilegal
 



Rangkaian agenda meliputi:

  • Jumat, 21 November 2025 – Aula Susteran CIJ Waibalun, Larantuka (16.30 WITA)
  • Sabtu, 22 November 2025 – Kapela Seminari San Dominggo, Saron (15.00 WITA)
  • Senin, 24 November 2025 – Gedung 2, Sekolah Tinggi Ledalero, Sikka (16.30 WITA)

 

Dua narasumber utama, Yogen Marshel Wijaya, Koordinator Vegan Squad Jakarta sekaligus Vegan Entrepreneur, dan Sri Palupi, menjadi motor diskusi yang menyoroti bencana iklim, solusi adil, serta peran komunitas dalam mendorong perubahan nyata.


“Ini bisa menjadi pengetahuan lokal bagi kita, sekaligus mendorong solusi yang efektif dan adil bagi masyarakat yang menjadi korban. Kita harus waspada sebelum semuanya terlambat,” kata Palupi.

Terkini