news

Isu Peserta Titipan Warnai Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Pastikan Proses Penilaian Mengacu Standar Nasional

Kamis, 28 Mei 2026 | 16:03 WIB
Menyoroti penuturan BPIP Pusat usai viral dugaan kasus diskriminasi yang dialami siswi asal Makassar dalam seleksi Paskibraka Sulsel 2026. (Foto TikTok.com/@friska_32 - Dok Pemprov Sulsel)

REPORTASENTT.COM,- Isu Peserta Titipan Warnai Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Pastikan Proses Penilaian Mengacu Standar Nasional

Kontroversi dugaan diskriminasi dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan masih menjadi sorotan publik di media sosial.

Nama siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, ramai diperbincangkan setelah disebut gagal melaju ke tingkat nasional meski memperoleh nilai tinggi dalam tahapan seleksi.

 

Baca Juga: Gubernur NTT Sentil BUMD Ketergantungan Modal Daerah: Harus Profesional dan Produktif



Siswi SMAS Cerdas Bangsa Makassar itu sebelumnya diproyeksikan menjadi wakil Sulawesi Selatan pada seleksi nasional Paskibraka.

Namun, posisinya kemudian digantikan peserta lain sehingga memicu spekulasi publik terkait dugaan “peserta titipan” hingga isu diskriminasi karena Cathlyn dinilai bukan berasal dari daerah lokal.

Polemik tersebut memancing perhatian publik dan menuai beragam komentar di media sosial.

 

Baca Juga: Tuntutan Adat Menguat, Kapolresta Kupang Kota Pastikan Kasus Kematian YB Diusut Transparan

 

Sejumlah warganet mempertanyakan transparansi proses seleksi serta mekanisme penilaian yang digunakan panitia tingkat provinsi.

Menanggapi polemik tersebut, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Direktur Penyelenggara Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi, membantah adanya unsur diskriminasi dalam proses seleksi peserta Paskibraka Sulawesi Selatan.

“Pada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Prosesnya melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,” kata Fuad dalam keterangan resmi, Kamis, 28 Mei 2026.

 

Baca Juga: MK Ancam Coret Parpol yang Tak Penuhi Kuota 30 Persen Perempuan di Pemilu



Fuad menjelaskan, penilaian peserta tidak hanya bertumpu pada satu komponen tertentu seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan.

Seleksi dilakukan secara menyeluruh untuk menentukan kesiapan peserta menjalankan tugas kenegaraan sebagai anggota Paskibraka nasional.

“Paskibraka bukan mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, tetapi memilih figur yang paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini