Jika air sungai mulai naik meskipun hujan belum turun deras di lokasi tersebut, masyarakat di sekitar bantaran sungai harus segera meninggalkan area tersebut untuk menghindari kemungkinan banjir bandang.
Dwikorita menegaskan bahwa BMKG selalu memberikan pembaruan terkait prediksi curah hujan, durasi hujan, serta potensi dampaknya terhadap kondisi lingkungan.
Baca Juga: 13 Kepala Daerah di NTT Siap Dilantik, 10 Lainnya Terhambat Sengketa Pilkada
Tanda-Tanda Awal Tanah Longsor
1. Cuaca Mendung dan Hujan Gerimis
Masyarakat yang berada di daerah rawan longsor disarankan untuk segera menjauh jika mendung semakin gelap atau hujan mulai gerimis.
“Kalau sudah sampai gerimis, itu segera menjauh dari lereng dan cari tempat yang lebih datar,” ujar Dwikorita.
2. Pohon-Pohon Mulai Miring
Jika pohon-pohon di atas lereng terlihat miring atau condong ke bawah, ini menandakan tanah mulai bergerak dan berpotensi longsor.
Baca Juga: Nikah 24 Kali, Vicky Prasetyo Terancam Diblacklist KUA? Ini Klarifikasinya!
3. Munculnya Rembesan Air dari Tanah
Jika tiba-tiba muncul rembesan air di lereng yang semakin lama semakin keruh, itu adalah pertanda erosi sedang terjadi di dalam tanah.
“Jika hal ini terjadi, segera menjauh dari lereng,” tambahnya.
4. Tanah Menggembung
Jika lereng terlihat menggembung, ini bisa menjadi indikasi tanah dalam kondisi tidak stabil dan siap longsor.
5. Jendela dan Pintu Rumah Sulit Dibuka