Donald Trump Usul Warga Gaza Dipindahkan ke Indonesia? Rencana Kontroversial Ini Picu Pro- Kontra Global!

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 2 Februari 2025 | 15:29 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto org. dobetter.esade.edu/ Desain Tim Reportase NTT)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto org. dobetter.esade.edu/ Desain Tim Reportase NTT)

 

REPORTASENTT.COM- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengusulkan relokasi warga Gaza ke negara- negara seperti Yordania, Mesir, atau Indonesia sebagai solusi untuk konflik di wilayah tersebut.

Usulan ini menuai berbagai reaksi dari komunitas internasional.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Ahmad Heryawan, mempertanyakan alasan di balik usulan Trump tersebut.

 Baca Juga: Pasar Oebobo di Periksa Polisi, Kapolresta Kupang Kota Jelaskan Alasannya!

Ia menegaskan, yang menjajah Palestina adalah Israel, sehingga seharusnya Israel yang bertanggung jawab atas penderitaan warga Gaza.

"Mengapa korban yang harus dipindahkan, sementara penjajahnya tetap dibiarkan? Di mana letak keadilannya?" ujar Heryawan.

Menanggapi pernyataan Kontroversial Presiden Amerika Serikat ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan pemerintah Indonesia tidak pernah menerima usulan resmi terkait rencana relokasi warga Gaza ke Indonesia.

 Baca Juga: Tim SAR Gabungan dan Posal Kuala Tungkal Evakuasi Jenazah Nelayan yang Hilang

Juru Bicara Kemlu RI, Rolliansyah Soemirat, menegaskan, Pemerintah RI tidak pernah mendapatkan informasi apapun mengenai hal ini.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, juga menanggapi pernyataan Trump dengan skeptis.

Nasaruddin menyatakan, perlu dipahami lebih lanjut apakah Trump serius dengan ucapannya atau hanya bercanda.

 Baca Juga: Ada Apa di Perairan Tarakan? Kapolres Ungkap Alasan Patroli Ditingkatkan!

"Apakah ini hanya spontanitas atau ada maksud tertentu di baliknya?" kata Nasaruddin.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X