Warning dari BMKG! Kenali Tanda- tanda Awal Banjir Bandang dan Longsor Sebelum Terlambat!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Minggu, 2 Februari 2025 | 20:30 WIB
Tanah longsor di Kabupaten Mamuju.  (Foto Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
Tanah longsor di Kabupaten Mamuju. (Foto Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

Jika air sungai mulai naik meskipun hujan belum turun deras di lokasi tersebut, masyarakat di sekitar bantaran sungai harus segera meninggalkan area tersebut untuk menghindari kemungkinan banjir bandang.

Dwikorita menegaskan bahwa BMKG selalu memberikan pembaruan terkait prediksi curah hujan, durasi hujan, serta potensi dampaknya terhadap kondisi lingkungan.

 Baca Juga: 13 Kepala Daerah di NTT Siap Dilantik, 10 Lainnya Terhambat Sengketa Pilkada


Tanda-Tanda Awal Tanah Longsor

1. Cuaca Mendung dan Hujan Gerimis

Masyarakat yang berada di daerah rawan longsor disarankan untuk segera menjauh jika mendung semakin gelap atau hujan mulai gerimis.

“Kalau sudah sampai gerimis, itu segera menjauh dari lereng dan cari tempat yang lebih datar,” ujar Dwikorita.

2. Pohon-Pohon Mulai Miring

Jika pohon-pohon di atas lereng terlihat miring atau condong ke bawah, ini menandakan tanah mulai bergerak dan berpotensi longsor.

 Baca Juga: Nikah 24 Kali, Vicky Prasetyo Terancam Diblacklist KUA? Ini Klarifikasinya!

3. Munculnya Rembesan Air dari Tanah

Jika tiba-tiba muncul rembesan air di lereng yang semakin lama semakin keruh, itu adalah pertanda erosi sedang terjadi di dalam tanah.

“Jika hal ini terjadi, segera menjauh dari lereng,” tambahnya.

4. Tanah Menggembung

Jika lereng terlihat menggembung, ini bisa menjadi indikasi tanah dalam kondisi tidak stabil dan siap longsor.

5. Jendela dan Pintu Rumah Sulit Dibuka

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X