REPORTASENTT.COM- Otoritas Standar Periklanan (ASA) tengah menyelidiki unggahan media sosial yang menampilkan logo perusahaan perjudian Stake.
Logo tersebut terlihat dalam berbagai gambar viral yang mencakup konten kontroversial dan berpotensi melanggar aturan periklanan di Inggris.
Stake, bandar taruhan asal Australia yang menjadi sponsor utama klub sepak bola Everton sejak musim 2022-2023, diduga terlibat dalam kampanye iklan tidak resmi.
Kampanye ini melibatkan akun- akun di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) untuk mempromosikan merek Stake.
Meski sebagian besar unggahan tersebut berasal dari luar Inggris, kontennya dapat diakses dengan bebas oleh publik Inggris.
ASA mengonfirmasi telah menerima keluhan terkait unggahan tersebut dan sedang menilai apakah terdapat pelanggaran yang memerlukan tindakan lebih lanjut.
Baca Juga: Kuasa Hukum Agus Salim Ancam Penjarakan 10.000 Warga NTT yang Terima Dana Donasi
“Kami sedang meninjau unggahan ini, termasuk mempertimbangkan aspek yurisdiksi, dan akan menentukan apakah keluhan ini perlu dirujuk ke Komisi Perjudian,” ujar juru bicara ASA.
Komisi Perjudian bertugas menegakkan kode periklanan yang berlaku bagi perusahaan perjudian di Inggris.
Salah satu aturan utama adalah memastikan iklan tidak “sangat menarik bagi anak-anak atau kaum muda, terutama jika dikaitkan dengan budaya mereka”.
Tren unggahan yang diduga melibatkan Stake menyerupai strategi promosi rapper Drake, yang juga menjadi duta merek perusahaan tersebut.
Drake kerap membagikan slip taruhan dengan logo Stake dalam posisi mencolok.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Panggil Kepala Badan GiziNasional, Ada Apa?
Indrajaya Desak Menteri ATR/BPN Tegas Tanggapi Kasus Pagar Laut di Tangerang: Menteri ATR Jangan Lepas Tangan
Komisi II DPR Siap Bahas Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Pilkada 2024, Apa Saja Opsi yang Dipertimbangkan?
Demam Koin Jagat: Enam Taman di Surabaya Rusak, Pemkot Minta Warga Berhenti Memburu
Kuasa Hukum Agus Salim Ancam Penjarakan 10.000 Warga NTT yang Terima Dana Donasi
Telur Langka "Satu dari Satu Miliar" Ditemukan di Devon, Siap Dilelang untuk Amal, Elon Musk pun Diklaim tidak Memilikinya!