Pertanyaan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan siapa pun, melainkan sebagai ajakan refleksi bersama: bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari bertahannya ekonomi, tetapi juga dari kesehatan jiwa dan kualitas relasi sosial yang menyertainya.
Tentang Penulis:
Ilhamsyah Muhammad Nurdin, M.Psi. adalah dosen Psikologi di Universitas Muhammadiyah Maumere. Ia menekuni kajian psikologi sosial dan psikologi budaya, dengan perhatian khusus pada isu kesehatan mental masyarakat, dinamika budaya lokal, serta relasi antara tekanan struktural, ekonomi, dan perilaku sosial.
Tulisannya berupaya membuka ruang dialog kritis yang sensitif budaya, terutama dalam membaca praktik sosial yang telah dinormalisasi, seperti konsumsi moke, dari perspektif psikologis dan keadilan sosial.