opini

Opini: Normalisasi Moke dan Diamnya Isu Psikologis di Baliknya

Senin, 19 Januari 2026 | 22:22 WIB
Ilhamsyah Muhammad Nurdin, M.Psi. (Dosen Psikologi di Universitas Muhammadiyah Maumere.)

Pertanyaan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan siapa pun, melainkan sebagai ajakan refleksi bersama: bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari bertahannya ekonomi, tetapi juga dari kesehatan jiwa dan kualitas relasi sosial yang menyertainya.

 

Tentang Penulis:

Ilhamsyah Muhammad Nurdin, M.Psi. adalah dosen Psikologi di Universitas Muhammadiyah Maumere. Ia menekuni kajian psikologi sosial dan psikologi budaya, dengan perhatian khusus pada isu kesehatan mental masyarakat, dinamika budaya lokal, serta relasi antara tekanan struktural, ekonomi, dan perilaku sosial.

Tulisannya berupaya membuka ruang dialog kritis yang sensitif budaya, terutama dalam membaca praktik sosial yang telah dinormalisasi, seperti konsumsi moke, dari perspektif psikologis dan keadilan sosial.

Halaman:

Tags

Terkini

OPINI: Ilusi Kesejahteraan Guru

Minggu, 30 November 2025 | 17:43 WIB

Urgensi Pendidikan Agama dalam Membangun Karakter Bangsa

Selasa, 18 November 2025 | 23:11 WIB

Opini: Simalakama AI Untuk Media Massa

Selasa, 30 September 2025 | 07:15 WIB

Opini | Perihal Pungutan Sekolah  Negeri

Rabu, 19 Juni 2024 | 17:23 WIB

Catatan: Menyambut Bulan Suci Ramadan 1445 H

Selasa, 12 Maret 2024 | 00:17 WIB