REPORTASENTT.COM, LUMAJANG- Ada pemandangan tak biasa di Alun-alun Kabupaten Lumajang, Minggu (18/5/2025) pagi.
Sejumlah anak tampak serius menatap langi lewat teleskop!
Bukan sembarang melihat, mereka sedang mengikuti “Kelas Pengamatan Matahari” yang digagas Komunitas Arya Wiraraja Astronomy.
Bukan sekedar acara iseng-iseng, kegiatan ini merupakan ujian praktik akhir untuk siswa Kelas Antariksa angkatan kelima. Tapi menariknya, kegiatan ini juga jadi cara unik komunitas ini membumikan literasi astronomi di ruang publik.
“Belajar astronomi nggak harus dari buku. Anak-anak perlu merasakannya langsung. Nah, pengamatan matahari ini adalah puncaknya,” kata Benny Eko Yulian Pribadi, Ketua Komunitas Arya Wiraraja Astronomy, saat ditemui di lokasi.
Benny menyebut agenda ini sebagai momen bersejarah bagi komunitas yang selama ini getol mengedukasi sains lewat pendekatan pengalaman langsung.
Bahkan, mereka tidak berjalan sendiri.
Komunitas ini aktif berkolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang, lho!
Kolaborasi ini melahirkan dua program unggulan:
Kelas Antariksa untuk siswa SD hingga SMP
Kolaborasi ini melahirkan dua program unggulan:
Kelas Antariksa untuk siswa SD hingga SMP
Wisata Antariksa yang terbuka untuk institusi pendidikan
Yang bikin makin seru, program Wisata Antariksa di Perpustakaan Daerah ini dilengkapi alat bantu visual, diskusi interaktif, sampai simulasi sistem tata surya.
Belajar jadi makin seru dan relevan!
Eits, belum selesai. Komunitas Arya Wiraraja Astronomy ternyata juga rutin ikut International Observe the Moon Night yang digelar oleh NASA.
Eits, belum selesai. Komunitas Arya Wiraraja Astronomy ternyata juga rutin ikut International Observe the Moon Night yang digelar oleh NASA.
Baca Juga: Polsek Kota Raja Kupang Gerebek Judi Sabung Ayam di TPU Kapadala, Warga Lari Kocar- kacir
Lumajang pun kini terhubung langsung dalam jejaring astronomi global.
“Sudah empat kali kami ikut. Ini menunjukkan bahwa dari kota kecil pun kita bisa jadi bagian dari gerakan astronomi dunia,” ujar Benny. (Infopublik.id)
“Sudah empat kali kami ikut. Ini menunjukkan bahwa dari kota kecil pun kita bisa jadi bagian dari gerakan astronomi dunia,” ujar Benny. (Infopublik.id)
Artikel Terkait
Heboh! Grup Facebook 'Fantasi Sedarah' Gegerkan Publik, Kominfo Turun Tangan!
Asuransi Umum Terpukul! Rugi Rp10 T, Dampak Global Menggila di 2024
Dikira Kopi, Ternyata Sabu! Polda Sumut Bongkar Jaringan Narkoba 100 Kg Lintas Provinsi
Lagi di Kupang! Satgas Pekat Gerebek Pemuda Pesta Miras di Pinggir Pantai
Gunung Lewotobi Meletus Senin Dini Hari, Status Awas, Ini 5 Hal yang Harus Kamu Tahu!