REPORTASENTT.COM, MEDAN- Siapa sangka, kemasan kopi yang tampak biasa itu ternyata menyimpan 100 kilogram sabu!
Polda Sumatera Utara berhasil membongkar jaringan narkoba lintas provinsi yang menyelundupkan barang haram dengan modus unik: menyamarkannya jadi kopi.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, mengungkap bahwa pengungkapan ini berasal dari tiga lokasi berbeda.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, mengungkap bahwa pengungkapan ini berasal dari tiga lokasi berbeda.
Total 100 kilogram sabu berhasil diamankan, dan semuanya punya cerita mencengangkan.
“Barang bukti yang disita itu merupakan hasil pengungkapan kasus di tiga lokasi,” ujar Jean kepada wartawan, Sabtu (17/5/2025), di Medan.
Modusnya pun bikin geleng-geleng kepala. Sabu dikemas ulang menyerupai produk kopi premium.
“Barang bukti yang disita itu merupakan hasil pengungkapan kasus di tiga lokasi,” ujar Jean kepada wartawan, Sabtu (17/5/2025), di Medan.
Modusnya pun bikin geleng-geleng kepala. Sabu dikemas ulang menyerupai produk kopi premium.
Di dua lokasi lainnya, narkoba disembunyikan di kompartemen khusus dalam mobil. Kreatif tapi tetap saja terbongkar.
Empat orang kini ditetapkan sebagai tersangka: dua perempuan berinisial CT dan K, serta dua pria berinisial Jul dan SUD.
Empat orang kini ditetapkan sebagai tersangka: dua perempuan berinisial CT dan K, serta dua pria berinisial Jul dan SUD.
Mereka punya peran berbeda-beda dalam jaringan ini.
Baca Juga: Tertangkap Kamera Minta Proyek Triliunan, Bos Kadin Cilegon Diringkus
Pengungkapan berawal dari penangkapan CT di sebuah hotel di Medan.
Pengungkapan berawal dari penangkapan CT di sebuah hotel di Medan.
Dari sana, polisi menemukan 33 kg sabu di bagasi mobil yang terparkir di pusat perbelanjaan, 28 April lalu.
Dari interogasi awal, CT mengaku dikendalikan seorang berinisial B yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
Dari interogasi awal, CT mengaku dikendalikan seorang berinisial B yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
Baca Juga: TPDI Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek Sumur Bor di Flores Timur: Uji Integritas Kepemimpinan Bupati Doni Dihen
Penelusuran pun berlanjut ke sebuah rumah di komplek perumahan di Medan yang dijadikan tempat pengemasan sabu.
Penelusuran pun berlanjut ke sebuah rumah di komplek perumahan di Medan yang dijadikan tempat pengemasan sabu.
Di sana, polisi menangkap Jul dan menemukan 39 kg sabu lainnya.
Tak berhenti di situ, pasangan suami istri SUD dan K juga ikut diciduk di Banten.
Tak berhenti di situ, pasangan suami istri SUD dan K juga ikut diciduk di Banten.
Dari mobil mereka, polisi menemukan 28 kg sabu di kompartemen tersembunyi.
Penangkapan ini berkat kerja sama apik antara Polda Sumut dan Polda Sumsel.
CT diketahui sudah empat kali mengirim sabu sepanjang 2025. Februari kirim 10 kg ke Jakarta, Maret sukses loloskan 25 kg lagi.
CT diketahui sudah empat kali mengirim sabu sepanjang 2025. Februari kirim 10 kg ke Jakarta, Maret sukses loloskan 25 kg lagi.
Tapi aksi mereka kandas di April.
“Keberhasilan menyita 100 kg narkotika jenis sabu itu jika diestimasi bisa menyelamatkan 500 ribu jiwa. Nilainya sekitar Rp100 miliar,” tegas Jean Calvin.
“Keberhasilan menyita 100 kg narkotika jenis sabu itu jika diestimasi bisa menyelamatkan 500 ribu jiwa. Nilainya sekitar Rp100 miliar,” tegas Jean Calvin.
Artikel Terkait
Bukan Sekedar Perhiasan, Cincin Ini Simbol Kekuatan Paus Sejak Abad ke-13
Tertangkap Kamera Minta Proyek Triliunan, Bos Kadin Cilegon Diringkus
Ramai Isu Ijazah Jokowi, Roy Suryo Dicecar 24 Pertanyaan di Polda!
Heboh! Grup Facebook 'Fantasi Sedarah' Gegerkan Publik, Kominfo Turun Tangan!
Asuransi Umum Terpukul! Rugi Rp10 T, Dampak Global Menggila di 2024