SMAN 1 Adonara Tengah di Flores Timur Canangkan Literasi Jumat Hening

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Rabu, 24 September 2025 | 20:21 WIB
Siswa dan siswi SMAN 1 Adonara Tengah  tengah mengikuti program Literasi Jumat Hening. (Foto/ Tim)
Siswa dan siswi SMAN 1 Adonara Tengah tengah mengikuti program Literasi Jumat Hening. (Foto/ Tim)





REPORTASENTT.COM, ADONARA-  SMAN 1 Adonara Tengah resmi mencanangkan program Literasi Jumat Hening sebagai upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar.
 
 
 
Program ini dilaksanakan setiap Jumat selama dua jam pelajaran dengan rangkaian kegiatan membaca, menulis, debat, dan public speaking.
 


Pencanangan dilakukan oleh Kepala SMAN 1 Adonara Tengah, Yosep Tua, S.Pd., dalam apel pagi, Senin, 1 September 2025. Menurutnya, Literasi Jumat Hening merupakan bagian dari visi sekolah untuk mencetak pelajar yang kritis, komunikatif, dan berkarakter.
 
 
 
 


“Kami ingin menciptakan suasana sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga literasi dasar. Literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga berpikir kritis dan berani menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, kegiatan ini kami wajibkan setiap minggu,” kata Yosep.
 
 


Program ini melibatkan seluruh siswa kelas X hingga XII dengan pendampingan guru. Koordinator harian Literasi Jumat Hening, Matheus Kopong Petun, S.Pd., menyampaikan guru tidak hanya bertugas mengawasi, melainkan juga mendampingi siswa dalam membaca, menulis, dan melatih debat.
 


“Ada kesepakatan bersama guru dan siswa, selama proses literasi tidak diperkenankan menggunakan HP. Dengan begitu suasana benar-benar hening dan fokus,” ujar Matheus, yang akrab disapa Us Maran.
 
 
 
 


Selain guru pendamping, kegiatan ini didukung pegiat literasi sekolah dari OSIS dan Group Kreatif Sekolah (GKS SMARTENG).
 
 
 
Mereka membantu siswa menyusun naskah debat, mengelola majalah dinding, hingga menyiapkan penerbitan majalah dan karya tulis sekolah.
 


Ketua OSIS SMAN 1 Adonara Tengah, Maria Gaudensia Bulu Ina, menilai program ini memberi dampak positif.
 
 
 
 
 
 
 
“Awalnya banyak teman-teman malu bicara di depan umum. Tapi setelah ikut beberapa kali, mereka mulai berani berpendapat dan menulis lebih baik,” tuturnya.
 
 


Usai kegiatan literasi, siswa melanjutkan aktivitas ekstrakurikuler seperti Pramuka, olahraga, seni, English Club, hingga program pendampingan kelas XII untuk persiapan perguruan tinggi, sekolah kedinasan, maupun peminatan ke TNI/Polri.
 


Program Literasi Jumat Hening ini juga  diharapkan menjadi langkah untuk membangun generasi muda yang cakap literasi sekaligus siap menghadapi tantangan zaman dengan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang baik.


Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X