REPORTASENTT.COM, LEMBOR- Viki Jemadu, bocah 12 tahun yang seharusnya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, terpaksa harus menunda mimpinya karena keterbatasan ekonomi keluarganya.
Anak ke-3 dari Alfons dan Apolonia ini, hidup dalam keterbatasan, Viki harus melihat kedua orang tuanya berjuang keras menyekolahkan dua kakaknya, membuat mereka tidak mampu membiayai pendidikan Viki.
Sehari-hari, Viki hanya bisa menyaksikan teman-temannya melangkah ke sekolah, sementara ia terjebak di rumah dengan mimpi yang tertunda.
Baca Juga: RS Polri: Tujuh Keluarga Serahkan Data Antemortem untuk Identifikasi Jasad Remaja, Apa yang Terjadi?
Kegigihannya untuk tetap belajar tidak pernah padam, namun kesulitan ekonomi terus menjadi penghalang.
Nasib Viki Jemadu berubah ketika seorang anggota Bhabinkamtibmas Polsek Lembor, Bripka Adrianus Don Bosko, yang sudah mengenal Viki sejak kecil, menyampaikan kisahnya kepada Kapolsek Lembor, Ipda Vinsen Bagus, S.I.P., dan jajarannya
Ipda Vinsen Bagus, yang dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan segera bertindak.
Baca Juga: RS Polri: Tujuh Keluarga Serahkan Data Antemortem untuk Identifikasi Jasad Remaja, Apa yang Terjadi?
“Kami tidak bisa membiarkan Viki kehilangan kesempatan untuk bersekolah,” Kapolsek.
Dengan bantuan langsung dari Kapolsek, Viki kini bisa kembali ke sekolah.
Tidak hanya itu, Rabu (25/9/2024), Kapolsek Lembor, Ipda Vinsen Bagus, secara pribadi mengantar Viki ke sekolah pada hari pertama ia kembali, menunjukkan betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak seperti Viki.
Setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PPO), Kapolsek bersama timnya memutuskan untuk membantu Viki dengan menyediakan seragam dan perlengkapan sekolah.
Artikel Terkait
13 Ribu KTP Elektronik Belum Tersalurkan, Erni Katana: Bukan Tanggung Jawab Bawaslu, Ini Urusan Pemerintah!
Ketua KPU Flotim Imbau Partai Politik Berikan Pendidikan Politik yang Berkualitas dalam Kampanye
Pj Bupati Flotim Berkomitmen Atasi 13 Ribu KTP Elektronik yang Belum Dimiliki Warga
RS Polri: Tujuh Keluarga Serahkan Data Antemortem untuk Identifikasi Jasad Remaja, Apa yang Terjadi?
RS Polri: Tujuh Keluarga Serahkan Data Antemortem untuk Identifikasi Jasad Remaja, Apa yang Terjadi?