REPORTASENTT.COM, ENDE- SKetegangan sempat terjadi di SMP Negeri 2 Ende Selatan, Kabupaten Ende, Senin (22/9/2025), setelah seorang warga mengancam menutup sekolah terkait rehabilitasi salah satu ruang kelas.
Insiden bermula ketika Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ende Selatan, Dominikus Dhadjo, menerima kedatangan seorang warga bernama Adrianus Mbadho sekitar pukul 08.11 Wita.
Adrianus mempertanyakan alasan pihak sekolah melakukan perbaikan ruangan tanpa memberitahu dirinya selaku ahli waris tanah.
Baca Juga: Servis Motor Capai Rp 20 Juta, Baru 100 Meter Sudah Mogok, Pendeta di Yahukimo Meradang
“Kenapa kamu rehab ruangan sekolah tidak sampaikan ke kami sebagai tuan tanah,” ujar Adrianus, sebagaimana dilaporkan Dominikus kepada pihak kepolisian.
Dominikus menjelaskan bahwa tanah tempat sekolah berdiri sudah lama diserahkan oleh leluhur pihak pelapor.
Namun, jawaban tersebut membuat Adrianus tersinggung hingga melontarkan ancaman akan menutup sekolah.
Baca Juga: Diduga Karena Tarif, Sopir Taksi Aniaya Penumpang di Pelabuhan Tenau Kupang
Artikel Terkait
Gelombang Protes Gen Z dari Nepal hingga Peru: Dari Medsos ke Jalanan
Operasi Rokok Ilegal: Menkeu Purbaya Bidik Marketplace, Warung, hingga Oknum Bea Cukai
Diduga Karena Tarif, Sopir Taksi Aniaya Penumpang di Pelabuhan Tenau Kupang
Servis Motor Capai Rp 20 Juta, Baru 100 Meter Sudah Mogok, Pendeta di Yahukimo Meradang