REPORTASENTT.COM, LABUAN BAJO- Sejumlah warga mengaku kecewa dan marah setelah mendapati pantai yang selama ini menjadi tempat publik, kini tak lagi bisa diakses.
Penyebabnya? Deretan vila mewah yang dibangun langsung di atas laut.
Menurut Rafael Todowela, seorang warga setempat, pantai yang dulu menjadi tempat rekreasi masyarakat kini seperti milik pribadi investor.
Baca Juga: Tak Hanya Melayat, Presiden Prabowo Ungkap Hubungan Keluarga dengan Mgr. Petrus Turang!
"Dulu kami bebas datang ke sini, sekarang setiap mau masuk langsung dihadang satpam," ujarnya dengan nada kesal.
Polemik ini semakin memanas setelah video kejadian tersebut beredar luas di media sosial.
Warga mempertanyakan, bagaimana mungkin sebuah pantai publik berubah menjadi area eksklusif?
Baca Juga: Duka Mendalam: Kepergian Mgr. Petrus Turang, Sosok Pemimpin Rohani yang Dicintai
Tak hanya akses yang terhalang, beberapa hotel dan vila juga diduga melanggar aturan sempadan pantai.
Pembangunan yang berada dalam radius 100 meter dari garis pantai seharusnya dilarang, namun kenyataannya, bangunan megah tetap berdiri.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah menjatuhkan denda hingga Rp 34 miliar kepada beberapa hotel yang terbukti melanggar.
Baca Juga: Tim Misi Kemanusiaan Indonesia Tiba di Myanmar: Siap Tanggulangi Bencana Gempa M7.7
Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun fasilitas publik, termasuk akses jalan menuju pantai.
Artikel Terkait
Kasus Pengeroyokan Hebohkan Paupire Ende: 7 Pelaku Diamankan dalam Waktu Kurang dari 48 Jam!
Tim Misi Kemanusiaan Indonesia Tiba di Myanmar: Siap Tanggulangi Bencana Gempa M7.7
Disebut Jadi Simpanan Ridwan Kamil Lebih Dulu, Ayu Aulia Bongkar Fakta Mengejutkan: “Saya yang Temani USG, Bukan Dia!
Duka Mendalam: Kepergian Mgr. Petrus Turang, Sosok Pemimpin Rohani yang Dicintai
Tak Hanya Melayat, Presiden Prabowo Ungkap Hubungan Keluarga dengan Mgr. Petrus Turang!