REPORTASENTT.COM, JAKARTA – Sejumlah bank di Indonesia secara serentak menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah, termasuk dalam menyikapi kebijakan penyesuaian terhadap rekening tidak aktif atau dormant.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan nasabah yang dilakukan oleh perbankan nasional, seiring dengan komitmen pemerintah dalam meminimalisir potensi penyalahgunaan rekening oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyampaikan bahwa dana nasabah tetap aman dan tidak terdampak atas kebijakan tersebut.
Baca Juga: Anggota DPR RI Ungkap Biang Kerok Lemahnya Penegakan Hukum dalam Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan
"BRI juga memastikan dana dan rekening nasabah tetap aman. Ini merupakan langkah preventif yang bertujuan melindungi kepentingan nasabah," ujar Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi dalam keterangan resminya, Minggu (3/8/2025).
Hal senada juga diungkapkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pihak Bank Mandiri menyatakan bahwa kebijakan tersebut mendukung keberlangsungan industri perbankan nasional yang sehat dan kredibel.
"Bank Mandiri telah mengambil langkah-langkah secara terukur dan sesuai prosedur internal, dengan tetap memperhatikan aspek kepatuhan, transparansi, dan perlindungan konsumen," ungkap Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, Kamis (31/7/2025).
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI juga menyatakan dukungannya atas kebijakan tersebut. BNI memastikan akan memberikan pelayanan yang responsif kepada nasabah yang terdampak.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan mengatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi proses pembukaan blokir dengan mengedepankan prinsip komunikasi yang terbuka.
"BNI akan membantu menyalurkan permohonan pembukaan blokir dari nasabah kepada pihak terkait. Tentunya, seluruh proses dilakukan sesuai prosedur dan dengan prinsip komunikasi yang transparan dan akuntabel," jelasnya.
Bank Danamon juga memastikan bahwa seluruh rekening nasabah yang sempat terdampak kini telah aktif kembali sepenuhnya.
"Kami sampaikan saat ini seluruh rekening tersebut sudah tidak ada dalam kondisi henti sementara, baik dari Bank Danamon maupun PPATK," ujar Compliance Director Bank Danamon, Rita Mirasari dalam konferensi pers daring, Rabu (30/7/2025).
Tak hanya bank-bank besar nasional, bank daerah pun menyampaikan hal serupa.
Bank Sumsel Babel, misalnya, mengimbau nasabahnya untuk tetap tenang.
"Dana nasabah tetap aman, dan rekening dapat diaktifkan kembali dengan mudah melalui transaksi sederhana," kata Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan, Kamis (31/7/2025).
Hal serupa disampaikan Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi.
"Dana nasabah tetap aman, dan rekening dapat diaktifkan kembali dengan mudah melalui transaksi sederhana," kata Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan, Kamis (31/7/2025).
Hal serupa disampaikan Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi.
Baca Juga: Sound Horeg Ganti Nama, Tapi Tetangga Tetap Ngeluh
"Langkah ini justru menjadi bagian dari perlindungan terhadap potensi penyalahgunaan rekening oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya, Minggu (3/8/2025).
Pemerintah: Masyarakat Akan Tetap Terlindungi
"Langkah ini justru menjadi bagian dari perlindungan terhadap potensi penyalahgunaan rekening oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya, Minggu (3/8/2025).
Pemerintah: Masyarakat Akan Tetap Terlindungi
Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap masyarakat.
"Kemenko Polhukam akan berkoordinasi dengan PPATK dan stakeholder terkait untuk menjaga dan melindungi masyarakat atas dana yang dimiliki dan disimpan di perbankan," tegas Budi, Selasa (30/7/2025).
Artikel Terkait
Detik- detik Jatuhnya Pesawat Capung di Ciampea Terekam Kamera Warga, Mantan Kadispen AU Jadi Korban
Remaja Perempuan Diduga Habisi Ibu Kandung Saat Salat, Tangis Penyesalan Viral di Medsos
Bikin Geram! Viral Video Remaja Disiram Air Keras oleh Pelajar Saat Konvoi, Netizen: Mau Sampai Kapan?
Dukung Amnesti dan Abolisi, Sari Yuliati: Demi Keutuhan dan Masa Depan Bangsa