REPORTASENTT.COM, BOGOR- Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/8/2025) pagi.
Sebuah pesawat ringan atau pesawat capung dilaporkan jatuh dan menewaskan salah satu penumpangnya, yang diketahui merupakan mantan perwira tinggi TNI Angkatan Udara.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 10.45 WIB dan sempat terekam dalam sebuah video amatir warga yang viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 16 detik tersebut, tampak pesawat terbang rendah sambil bermanuver di udara, sebelum akhirnya menukik tajam dan menghantam area lapang tak jauh dari permukiman warga.
Video unggahan akun Instagram @bogor24update itu memperlihatkan detik-detik mencekam saat pesawat kehilangan kendali, jatuh, lalu menimbulkan suara ledakan kecil yang disusul kepulan asap hitam.
Video unggahan akun Instagram @bogor24update itu memperlihatkan detik-detik mencekam saat pesawat kehilangan kendali, jatuh, lalu menimbulkan suara ledakan kecil yang disusul kepulan asap hitam.
Warga sekitar terdengar panik dan berteriak saat kejadian berlangsung.
Baca Juga: Tak Ingin Terlena Popularitas, Justin Hubner Fokus Buktikan Diri di Eredivisie Bersama Fortuna Sittard
“Video direkam warga dari ketinggian. Kapal berbelok, menukik dan akhirnya terjatuh,” tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengonfirmasi bahwa salah satu dari dua penumpang pesawat tersebut adalah Marsma TNI (Purn) Fajar Adriyanto, mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU.
"Informasi sementara, beliau sampai di rumah sakit dalam keadaan meninggal. Yang penerbang satunya luka berat," ujar Nyoman saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (3/8/2025).
“Video direkam warga dari ketinggian. Kapal berbelok, menukik dan akhirnya terjatuh,” tulis akun tersebut dalam keterangannya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengonfirmasi bahwa salah satu dari dua penumpang pesawat tersebut adalah Marsma TNI (Purn) Fajar Adriyanto, mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU.
"Informasi sementara, beliau sampai di rumah sakit dalam keadaan meninggal. Yang penerbang satunya luka berat," ujar Nyoman saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (3/8/2025).
Marsma Fajar diketahui aktif dalam berbagai kegiatan penerbangan sipil usai pensiun dari dinas militer.
Sementara satu korban lainnya, co-pilot bernama Roni, mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit TNI AU Atang Sendjaja.
Petugas medis yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi kedua korban menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat.
Petugas medis yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi kedua korban menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat.
Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap dan kondisi terakhir co-pilot Roni masih menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat yang jatuh merupakan jenis microlight Quick Silver GT500 milik Federasi Aerosport Indonesia (FASI).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat yang jatuh merupakan jenis microlight Quick Silver GT500 milik Federasi Aerosport Indonesia (FASI).
Pesawat ini mengantongi Surat Izin Terbang SIT/1484/VIII/2025 yang dikeluarkan Lanud Atang Sendjaja pada hari yang sama.
Pesawat tersebut dilaporkan lepas landas pada pukul 09.08 WIB dan hilang kontak sekitar pukul 09.19 WIB — hanya 11 menit setelah take-off.
Saat ini, proses investigasi tengah dilakukan oleh tim gabungan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), TNI AU, dan pihak kepolisian.
Mereka masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti penyebab jatuhnya pesawat.
Baca Juga: Jaringan Sabu Probolinggo Tersungkur: Polisi Bekuk 5 Pengedar Sekaligus
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab jatuhnya pesawat.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab jatuhnya pesawat.
Namun dugaan sementara mengarah pada kemungkinan gangguan teknis saat pesawat melakukan latihan manuver.
Kadispenau Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menegaskan bahwa pihak TNI AU bersama KNKT akan mengusut tuntas penyebab kecelakaan tersebut.
Kadispenau Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menegaskan bahwa pihak TNI AU bersama KNKT akan mengusut tuntas penyebab kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Terekam Warga, Aksi Pelajar di Kupang Ini Berujung di Polsek
“Insiden ini menjadi perhatian serius kami. Kami akan mendalami secara teknis apa yang menyebabkan pesawat mengalami kecelakaan. Saat ini tim masih bekerja di lapangan,” ujar Nyoman.
“Insiden ini menjadi perhatian serius kami. Kami akan mendalami secara teknis apa yang menyebabkan pesawat mengalami kecelakaan. Saat ini tim masih bekerja di lapangan,” ujar Nyoman.
Artikel Terkait
Kemenhub Bentuk Tim Audit Independen Usai Anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Subang
Habiburokhman: Amnesti untuk Tom dan Hasto Bukan Hal Istimewa, Presiden Punya Hak Konstitusional
Dukung PPATK Bekukan Rekening Dormant, Anggota Komisi III DPR: Demi Lindungi Sistem Keuangan Nasional
Tak Ingin Terlena Popularitas, Justin Hubner Fokus Buktikan Diri di Eredivisie Bersama Fortuna Sittard
Penumpang Teriak Ancaman Bom di Pesawat Rute Jakarta-Medan, Penerbangan Tertunda