Mengecek Makanan Anak, Polda NTT Temukan Kandungan Tak Terduga di Menu Sehari- hari

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Minggu, 3 Agustus 2025 | 08:33 WIB
Bidang Kedokteran dan Kesehatan melakukan pemeriksaan makanan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT. (Foto TBN Polda NTT)
Bidang Kedokteran dan Kesehatan melakukan pemeriksaan makanan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT. (Foto TBN Polda NTT)

Bidang Kedokteran dan Kesehatan melakukan pemeriksaan makanan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT. (Foto TBN Polda NTB)




REPORTASENTT.COM, KUPANG-  Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan kandungan nitrit melebihi ambang batas dalam buah semangka yang menjadi bagian dari menu harian anak-anak dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
Temuan ini didapat saat tim dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) melakukan pemeriksaan makanan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda NTT, Jumat (1/8) pagi.

Pemeriksaan dimulai sejak pukul 06.00 WITA, menyasar lima jenis menu yang dikonsumsi anak-anak dan kelompok rentan, yakni nasi goreng, tahu, buncis, telur goreng, dan buah semangka.
 
 
 
 
 
Tim medis yang terlibat dalam proses ini terdiri dari Briptu Saint Tefnai, Amd.Kep; Briptu Anas Nenometa, S.Kep; serta Bripda Debi Feek, S.Tr.Keb.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengatakan bahwa pengawasan ini adalah bentuk konkret tanggung jawab institusinya terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

"Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga berkomitmen melindungi kesehatan anak-anak kita. Pemeriksaan menu MBG ini dilakukan secara rutin agar makanan yang disajikan benar-benar aman, sehat, dan bergizi," ujar Kombes Henry.
 
 
 
 

Buah Semangka Mengandung Nitrit Tinggi

Meskipun seluruh menu dinyatakan aman secara organoleptik atau uji fisik, uji kimiawi mengungkapkan bahwa semangka mengandung nitrit dalam jumlah tinggi.
 
Sebagai langkah cepat, menu tersebut langsung diganti dengan pepaya yang dinilai lebih aman.

Kabiddokkes Polda NTT, AKBP dr. Hery Purwanto, M.Si.Med., Sp.B, memastikan bahwa seluruh tahapan pengujian dilakukan sesuai dengan standar ilmiah.
 


"Kami melakukan uji fisik dan kimiawi terhadap seluruh menu, termasuk deteksi kandungan formalin, arsenik, sianida, dan nitrit.
 
Semua proses dilakukan sesuai SOP agar makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman," jelas dr. Hery.
 
Selain pemeriksaan makanan, tim juga melakukan inspeksi terhadap dapur dan fasilitas pendukung lainnya.
 
 
 
 
Secara umum, kondisi dapur dinilai baik, dengan bahan makanan segar dan peralatan memasak yang bersih.
 
Namun, ditemukan beberapa kerusakan ringan pada wastafel pencucian yang akan segera diperbaiki.

Program MBG yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) POLRI bukan hanya tentang menyediakan makanan, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi generasi muda.
 


"Kami akan terus mendampingi program ini. Menu boleh sederhana, tapi keamanan dan nutrisinya tidak boleh dikompromikan. Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri untuk masyarakat," tegas Kombes Henry.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X