Ia memaparkan aplikasi PELNI Mobile kini telah dilengkapi fitur check-in dan e-boarding pass, serta akan ditambah layanan refund dan transfer tiket.
Jumlah pengguna aplikasi meningkat dari 447.127 pada 2024 menjadi 531.485 pada 2025.
Di sisi lain, transaksi digital mengalami lonjakan dari 1.484 transaksi pada 2022 menjadi 679.906 transaksi pada 2025.
Baca Juga: MBG Molor hingga Malam, BGN Hentikan Operasional Dua Dapur Gizi di Sulsel
Peningkatan ini mencerminkan pergeseran masyarakat ke layanan berbasis digital.
Secara terpisah, Kepala PELNI Cabang Larantuka Yulianto menyampaikan pihaknya mengantisipasi kenaikan penumpang di wilayah Flores Timur dan Lembata selama mudik Lebaran.
“Pergerakan penumpang di wilayah Larantuka menunjukkan peningkatan, terutama pada rute perintis antarpulau,” katanya saat dihubungi.
Baca Juga: Bantah Isu Limbah Meluber, Kepala SPPG Ekasapta Pastikan IPAL Sesuai SOP
Ia menjelaskan kesiapan operasional dilakukan melalui penyesuaian jadwal kapal, peningkatan koordinasi dengan otoritas pelabuhan, serta penguatan layanan di titik keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Pada puncak arus mudik 18 Maret 2026, jumlah penumpang kapal PELNI mencapai 28.078 orang, melampaui proyeksi awal 27.350 penumpang.
Total penumpang sejak 6 hingga 18 Maret tercatat 253.208 orang, sementara penjualan tiket periode 6 Maret–6 April 2026 telah mencapai 424.836 tiket atau 56,5 persen dari kapasitas tersedia.
Artikel Terkait
Debat Kewenangan KPK di MK: Hakim Sebut Perubahan Norma Bukan Ranah Mahkamah
Cegah Pungli dan Gangguan Layanan, Ombudsman Pantau Kesiapan Mudik di Bandara El Tari Kupang
Pertemuan Kepala Desa Bahas Konflik Adonara Timur, Pengamat Hukum Sampaikan Tanggapan Berbasis Adat dan Hukum Positif
Viral Label Harga Menu Makan Bergizi Gratis di Cianjur, Roti Dijual Rp3.500 dalam Paket MBG Padahal Harga Warung Sekitar Rp1.000
Pelantikan Sekda Ngada Cacat Prosedur, Bupati Cabut SK Setelah Teguran Gubernur