REPORTASENTT.COM, SURABAYA- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan modus unik.
Sebanyak 22 kilogram sabu ditemukan disembunyikan di dalam kotak tupperware.
Dua orang pelaku berhasil diamankan dalam penggerebekan tersebut.
Baca Juga: Jejak yang Hilang di Hutan Moskona: Ke Mana Iptu Tomi Marbun Menghilang?
“Modus yang digunakan para pelaku adalah dengan menyembunyikan sabu ke dalam kotak tupperware. Kami mendapati total 22 kotak tupperware yang berisi sabu dengan berat kotor mencapai 22.000 gram atau 22 kilogram,” ujar Kanit III Subdit II Ditresnarkoba Polda Jatim, Kompol Kurnia Dewi Lestari, S.H., M.H, dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Rabu (23/4/2025).
Pengungkapan kasus ini menjadi pintu masuk terhadap jaringan narkoba internasional asal Timur Tengah, tepatnya Iran.
“Modus yang digunakan para pelaku adalah dengan menyembunyikan sabu ke dalam kotak tupperware. Kami mendapati total 22 kotak tupperware yang berisi sabu dengan berat kotor mencapai 22.000 gram atau 22 kilogram,” ujar Kanit III Subdit II Ditresnarkoba Polda Jatim, Kompol Kurnia Dewi Lestari, S.H., M.H, dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Rabu (23/4/2025).
Pengungkapan kasus ini menjadi pintu masuk terhadap jaringan narkoba internasional asal Timur Tengah, tepatnya Iran.
Dalam penggerebekan, polisi menyita barang bukti berupa 9 kotak tupperware berisi sabu seberat 9.000 gram, 13 kotak tupperware berisi sabu seberat 13.000 gram, serta satu tas ransel warna hitam, satu kotak kardus coklat, dan dua unit telepon genggam milik tersangka.
Baca Juga: Witihama Gelar Halalbihalal Unik, Rayakan Puncak Hari Raya Bersama Umat Muslim dan Katolik
Penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba.
Penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba.
Setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan mendalam, petugas akhirnya berhasil menangkap para pelaku saat akan melakukan pengiriman barang haram tersebut.
Saat ini, kedua pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Saat ini, kedua pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Polisi mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan ini.
“Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan lebih besar yang mungkin masih beroperasi,” tegas Kompol Kurnia.
“Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan lebih besar yang mungkin masih beroperasi,” tegas Kompol Kurnia.
Artikel Terkait
Ini Sosok Penting di Balik Kunjungan Menteri Fadli Zon ke Exotic Lamaholot di Adonara
Jenazah Paus Fransiskus Disemayamkan di Basilika Santo Petrus, Inilah Waktu dan Cara Memberikan Penghormatan Terakhir
Umat Stasi Lamawolo Gelar Doa Tiga Malam untuk Mengenang Romo Ansel
Witihama Gelar Halalbihalal Unik, Rayakan Puncak Hari Raya Bersama Umat Muslim dan Katolik
Jejak yang Hilang di Hutan Moskona: Ke Mana Iptu Tomi Marbun Menghilang?