Inilah Jejak Kontroversi Wamenaker Immanuel Ebenezer yang Terjerat OTT KPK

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 23:27 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer. (Instagram.com/@immanuelebenezer)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer. (Instagram.com/@immanuelebenezer)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Immanuel Ebenezer, tengah menjadi sorotan publik usai terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (21/8).

Penangkapan pria yang akrab disapa Noel itu dilakukan pada Rabu (20/8) malam WIB.
 
Hingga kini, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait detail kasus korupsi yang menyeret politikus Partai Gerindra tersebut.
 
 
 
Baca Juga: Timnas Indonesia Umumkan 27 Pemain untuk FIFA Matchday September 2025

Meski demikian, kiprah Noel di panggung politik dan pemerintahan bukan tanpa kontroversi. Beberapa pernyataan dan sikapnya kerap menuai sorotan publik Tanah Air.

Berikut tiga catatan kontroversial Noel yang sempat mencuri perhatian sebelum akhirnya terseret kasus dugaan korupsi:

1. Janji Palsu ke Buruh Sritex

Pada Februari 2025, Noel sempat menjanjikan solusi bagi ribuan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
 
 


Ia berjanji pemerintah akan membantu mencarikan lapangan kerja baru bagi buruh terdampak.
 
Namun, hingga kini, janji tersebut tak pernah terealisasi. Bahkan, pada hari yang sama, Sritex dinyatakan insolvensi atau tak mampu membayar utang oleh Pengadilan Negeri Semarang.

2. Komentar Soal Tagar #KaburAjaDulu

Pada 17 Februari 2025, Noel menuai kecaman usai mengomentari isu viral tagar #KaburAjaDulu.
 
 
Baca Juga: Upacara Penurunan Bendera di Kulon Progo Sempat Terhenti, Aksi Wakil Bupati Jadi Sorotan

Ia sempat menyatakan tak masalah bila warga negara Indonesia memilih bekerja di luar negeri dan tak kembali lagi ke Tanah Air.

“Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi,” ucap Noel sambil tertawa saat ditemui di Kemendes PDT, Jakarta.

Pernyataan itu dianggap sebagian publik melecehkan semangat nasionalisme.
 
 
Noel kemudian mengklarifikasi bahwa ucapannya sekadar menegaskan Kementerian Ketenagakerjaan tak perlu memusingkan tagar di media sosial.
 


3. Dipolisikan Alumni 212

Kontroversi Noel sudah muncul sejak lama.
 
Pada 2019, ia dipolisikan seorang alumni 212 bernama Eka Gumilar ke Polda Metro Jaya.
 


Laporan itu dilayangkan buntut pernyataan Noel dalam sebuah acara televisi yang menyebut peserta aksi 212 sebagai "penghamba uang". Ucapan tersebut viral di media sosial dan dinilai menyinggung umat Muslim.

“Beliau mengatakan bahwa umat 212 itu penghamba uang dan tuhan-tuhannya adalah uang. Ini sangat menyakiti hati umat 212,” kata Eka Gumilar kala itu.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X