REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Kejaksaan Negeri Flores Timur kembali mengembangkan penyidikan dugaan korupsi pengelolaan anggaran pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Flores Timur. Dalam penggeledahan yang dilakukan pekan ini, penyidik menemukan 1.297 barang bukti, termasuk nota fiktif dan uang tunai Rp30 juta.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Flores Timur, Samuel Tamba, mengatakan hingga saat ini sedikitnya sembilan saksi telah diperiksa, terdiri dari pejabat internal BKPSDMD, bendahara, hingga pihak ketiga.
“Kita masih berproses dan ke depan akan memeriksa saksi-saksi lainnya,” demikian disampaikan Samuel kepada Reportasentt, Rabu (18/11/2025).
Ia menambahkan nilai kerugian negara masih dalam proses penghitungan oleh tim auditor.
Penggeledahan di kantor BKPSDMD mengungkap sejumlah dokumen yang diduga sengaja disembunyikan.
Tim penyidik mengamankan nota-nota kosong dari berbagai toko di Larantuka, Kupang, hingga Jakarta, yang diyakini digunakan untuk membuat pertanggungjawaban fiktif.
Selain itu, penyidik juga menemukan catatan penggunaan anggaran yang tidak sah serta uang tunai Rp30 juta, yang turut disita untuk mendukung pembuktian di persidangan.
“Ini merupakan langkah penting untuk mengungkap aliran dana, penggunaan anggaran, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab,” kata Samuel.
Menurutnya, dugaan tindak pidana yang ditangani berkaitan dengan manipulasi dokumen keuangan dan penyalahgunaan anggaran pada tahun anggaran 2023–2025.
Penyidik Kantongi Nama Calon Tersangka
Samuel mengungkapkan bahwa dari rangkaian pemeriksaan dan penggeledahan, penyidik telah mengantongi sejumlah nama yang berpotensi kuat ditetapkan sebagai tersangka.
“Tim penyidik sudah kantongi nama-nama yang berpotensi besar menjadi tersangka,” ujarnya singkat kepada awak media, Senin, 17 November 2025.
Penyidikan masih terus dilanjutkan, termasuk pendalaman keterlibatan pihak-pihak yang diduga berperan dalam penyusunan dokumen fiktif dan penghilangan barang bukti.
Artikel Terkait
Kebijakan Baru Kemendikdasmen Diapresiasi, Tapi DPR Sebut Ada Celah Berbahaya
Opini : Menemukan Tuhan di Era Digital: Tantangan dan Peluang Generasi Z
Peran Tradisi dalam Memperkuat Toleransi dan Moderasi Beragama
Urgensi Pendidikan Agama dalam Membangun Karakter Bangsa
Hati yang Setia: Jejak Langkah Pemudi Kristen di Jalan Tuhan