Pelajar Jadi Target, Dugaan Jaringan Narkotika “Mr R” Meluas Senyap di Adonara

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Minggu, 12 April 2026 | 19:50 WIB
Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi.

 

REPORTASENTT.COM, ADONARA- Dugaan peredaran narkotika yang menyasar kalangan pelajar di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur, kian menjadi perhatian. Aktivitas jaringan yang disebut dikendalikan sosok berinisial “Mr R” disebut berlangsung senyap dan meluas ke sejumlah desa.

Informasi yang berkembang menyebut wilayah Desa Mangaaleng (Kecamatan Kelubagolit), Desa Koli (Kecamatan Adonara), serta Desa Lamahelan (Kecamatan Ile Boleng) menjadi titik penyebaran. Peredaran ini disebut telah berlangsung cukup lama dan menyasar anak muda, terutama pelajar.

Kasus ini mencuat setelah dua tersangka diamankan oleh Satres Narkoba Polres Flores Timur pada 2 April 2026 di Dermaga Larantuka. Dari penelusuran awal, jaringan yang lebih besar diduga masih beroperasi.

Advokat kedua tersangka, Matheus Mamung Sare, SH, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.

 

Baca Juga: Kejaksaan Panen Rp11,42 Triliun dari Hutan, Rudianto Lallo: Bukti Penegakan Hukum Berdampak Nyata

“Saya sedih melihat narkotika bisa beredar luas di kalangan generasi muda, khususnya pelajar di Flores Timur. Barang seperti sabu dan ganja bukan berasal dari Adonara, sehingga muncul banyak pertanyaan mendasar,” kata Matheus saat diwawancarai.

Ia mempertanyakan asal-usul barang haram tersebut hingga kemungkinan adanya celah pengawasan.

“Dari mana barang ini masuk, siapa yang membawa, dan bagaimana pengawasan aparat keamanan serta pemerintah daerah berjalan selama ini? Itu yang perlu dijawab secara serius,” ujarnya dalam wawancara langsung.

Baca Juga: Prabowo Subianto Mundur dari IPSI: Setelah 34 Tahun Jadi Pendekar, Kini Naik Level Jadi Pendekar Istana

Menurut Matheus, penanganan kasus narkotika selama ini cenderung berfokus pada penindakan, sementara aspek pencegahan dan pembinaan belum optimal.

“Saya mendengar langsung dari penyidik bahwa banyak pelajar diproses hukum hingga harus mengikuti ujian sekolah dari dalam tahanan. Itu bukan sesuatu yang membanggakan. Bagi saya, itu tanda kegagalan bersama dalam melindungi generasi muda,” katanya.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap sosok “Mr R” yang diduga menjadi pengendali jaringan.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X