REPORTASENTT.COM SEMARANG- Kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang terjadi di wilayah Kecamatan Ambarawa pada, Minggu siang 10 Maret 2024.
Kali ini kereta wisata jurusan stasiun Ambarawa yang hendak menuju ke stasiun Tuntang, menabrak sebuah minibus blind van yang dikendarai 1 keluarga.
Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra SIK. MM., melalui Kasat Lantas AKP Arpan SIK, MH, M.Si., membenarkan kejadian trsebut.
AKP Arpan menjelaskan kejadian itu terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang wilayah Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa.
“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.36 WIB, di perlintasan tanpa palang, masuk wilayah lingkungan Kupang Sari, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa. Info awal yang kami dapat dari personel di lapangan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, jelas AKP Arpan.
Disisi lain Kanit Gakkum Ipda Handriyani SE, MH., menjelaskan bahwa kendaraan Daihatsu Grand Max type Blind Van yang dikendarai oleh Andi (40 Th) warga Kecamatan Banyubiru itu, hendak ke arah pasar Projo dari arah Bugisan bersama istri dan ke tiga anaknya untuk mengantar dagangan pakan burung.
“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.36 WIB, di perlintasan tanpa palang, masuk wilayah lingkungan Kupang Sari, Kelurahan Kupang, Kecamatan Ambarawa. Info awal yang kami dapat dari personel di lapangan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, jelas AKP Arpan.
Disisi lain Kanit Gakkum Ipda Handriyani SE, MH., menjelaskan bahwa kendaraan Daihatsu Grand Max type Blind Van yang dikendarai oleh Andi (40 Th) warga Kecamatan Banyubiru itu, hendak ke arah pasar Projo dari arah Bugisan bersama istri dan ke tiga anaknya untuk mengantar dagangan pakan burung.
Baca Juga: Pemilik Warung di Masaran, Sragen Terjaring Razia Polisi, Ternyata Menjual Ini!
“Kendaraan berjalan dari arah Bugisan ke arah pasar Projo Ambarawa untuk mengantar dagangan, menurut keterangan pengemudi saat melintas di perlintasan tanpa palang Kel. Kupang, pihaknya tidak memperhatikan dan tidak mendengar klakson kereta, bahwa ternyata ada kereta wisata dengan nomer loko D30124 yang akan melintas dari arah stasiun Ambarawa ke arah stasiun Tuntang," ungkapnya.
Ipda Handriyani kembali menyampaikan bahwa semua penumpang termasuk ketiga anak korban selamat, meskipun sempat mendapat perawatan di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa.
“Pengemudi tidak mengalami luka dan istri mengalami luka ringan, untuk ke 3 anak anak pun juga tidak mengalami luka luka. Dan kita juga sudah melakukan pendampingan Trauma healing kepada ketiga anak korban yang berusia 10 Th (Laki laki), 7 Th (Perempuan) dan 1 Th (Perempuan), dan sudah diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD Ambarawa," jelasnya.
“Kendaraan berjalan dari arah Bugisan ke arah pasar Projo Ambarawa untuk mengantar dagangan, menurut keterangan pengemudi saat melintas di perlintasan tanpa palang Kel. Kupang, pihaknya tidak memperhatikan dan tidak mendengar klakson kereta, bahwa ternyata ada kereta wisata dengan nomer loko D30124 yang akan melintas dari arah stasiun Ambarawa ke arah stasiun Tuntang," ungkapnya.
Ipda Handriyani kembali menyampaikan bahwa semua penumpang termasuk ketiga anak korban selamat, meskipun sempat mendapat perawatan di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa.
“Pengemudi tidak mengalami luka dan istri mengalami luka ringan, untuk ke 3 anak anak pun juga tidak mengalami luka luka. Dan kita juga sudah melakukan pendampingan Trauma healing kepada ketiga anak korban yang berusia 10 Th (Laki laki), 7 Th (Perempuan) dan 1 Th (Perempuan), dan sudah diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD Ambarawa," jelasnya.
Baca Juga: Antisipasi Bencana Alam, Kapolres Ende Gelar Apel Siaga Pasukan
Masinis Kereta wisata Bahtiar Adi (33 Th) menjelaskan bahwa, saat kejadian pihaknya sudah membunyikan klakson kereta dan kecepatan kereta dibawah 20 Km/Jam.
“Kereta setiap perjalanan selalu membunyikan klakson kereta, apalagi setiap melintas dijalur perlintasan dengan kendaraan lain. Dan karena kereta ini adalah kereta wisata, kami berjalan dengan kecepetan dibawah 20 Km/Jam," ungkap masinis, dilansir laman resmi Polres SeMARANG.
Saat ini baik pengemudi minibus Daihatsu Grandmax Blindvan maupun masinis kereta, sedang dimintai keterangan Unit Gakkum di mako Sat Lantas Pos Ambarawa.
Masinis Kereta wisata Bahtiar Adi (33 Th) menjelaskan bahwa, saat kejadian pihaknya sudah membunyikan klakson kereta dan kecepatan kereta dibawah 20 Km/Jam.
“Kereta setiap perjalanan selalu membunyikan klakson kereta, apalagi setiap melintas dijalur perlintasan dengan kendaraan lain. Dan karena kereta ini adalah kereta wisata, kami berjalan dengan kecepetan dibawah 20 Km/Jam," ungkap masinis, dilansir laman resmi Polres SeMARANG.
Saat ini baik pengemudi minibus Daihatsu Grandmax Blindvan maupun masinis kereta, sedang dimintai keterangan Unit Gakkum di mako Sat Lantas Pos Ambarawa.
Baca Juga: Tersangka Kasus Pidana Pemilu di Kuala Lumpur Serahkan Diri, Polisi Dalami Keberadaan Pelaku Selama Buron
Terpisah Kasat Lantas AKP Arpan kembali menghimbau kepada pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas, serta memperhatikan rambu rambu dan lingkungan sekitar saat berkendara, terutama saat melintas di perlintasan kereta api tanpa palang. Sehingga dapat meminimalisir pelanggaran maupun fatalitas kecelakaan di jalan raya.
Terpisah Kasat Lantas AKP Arpan kembali menghimbau kepada pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas, serta memperhatikan rambu rambu dan lingkungan sekitar saat berkendara, terutama saat melintas di perlintasan kereta api tanpa palang. Sehingga dapat meminimalisir pelanggaran maupun fatalitas kecelakaan di jalan raya.
Artikel Terkait
Forkopimda Bireuen Besuk Petugas PPG Pemilu yang Kecelakaan
Fakta Baru! Terduga Pelaku Narkoba Meninggal di Adonara, Diduga Dianiaya Polisi
Lolos Jadi Anggota Polisi, Pastor Katolik di Manggarai Barat Barat Ini Akan Bergelar Perwira Polri
Tersangka Kasus Pidana Pemilu di Kuala Lumpur Serahkan Diri, Polisi Dalami Keberadaan Pelaku Selama Buron
Pemilik Warung di Masaran, Sragen Terjaring Razia Polisi, Ternyata Menjual Ini!