Fakta Baru! Terduga Pelaku Narkoba Meninggal di Adonara, Diduga Dianiaya Polisi

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Rabu, 13 Maret 2024 | 08:26 WIB
Terduga pelaku saat diamanakan oleh Satnarkoba Polres Flotim   (Foto Dok. PMKRI)
Terduga pelaku saat diamanakan oleh Satnarkoba Polres Flotim (Foto Dok. PMKRI)

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santu Agustinus Cabang Larantuka, setelah melalui analisis dan investigasi kasus atas meninggalnya terduga pelaku narkoba asal Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur pada Sabtu (9/3/2024) sore, akhirnya merilis sejumlah fakta baru yang ditemukan.

 

• Menelusuri Jejak Meninggalnya Korban

Dalam penelusuran PMKRI dan pihak keluarga, di sepanjang jalan dari Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur hingga ke desa Tobilota, Kecamatan Wotanulumado tidak ditemukan jawaban adanya peristiwa kecelakaan pada hari Sabtu (9/3), atau menurut versi Kepolisian terduga pelaku tewas usai melompat dari sepeda motor polisi. 

"Kami menelusuri, bertanya dari desa ke desa. Jawaban dari masyarakat yang telah kami temui disepanjang jalan Terong sampai Pelabuhan Tobilota mengatakan, pada hari itu tidak ada kecelakaan yang terjadi. Lalulintas transportasi dari Terong sampai Tobilota normal- normal saja," kata Bernadus Emanuel Besi Koten selaku ketua Presidium PMKRI Cabang Larantuka, kepada Wartawan di Larantuka, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga: Ungguli Viktor Laiskodat, Caleg Nasdem di NTT Ini Mendadak Mundur

Emanuel mengatakan, jawaban yang sama juga didapatkan oleh pihak keluarga yang turut melakukan penelusuran mencari kebenaran atas meninggalnya terduga pelaku tersebut. 

"Masyarakat sekitar mengatakan tidak ada peristiwa atau kejadian apapun disepanjang jalan Terong sampai Tobilota pada hari Sabtu tanggal 09 Maret 2024 di sekitaran pukul 15.30 sampai 17.00 Wita," tambahnya. 

 

● TKP jatuhnya Korban dan Dugaan Dianiaya 

 

PMKRI cabang Larantuka menilai pihak Kepolisian hingga saat ini tidak pernah menunjukan secara pasti lokasi jatuhnya korban. 

Baca Juga: Nelayan di Aimere yang Hilang Terseret Ombak Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia

"Oleh karena itu kuat dugaan dari PMKRI bahwa korban bukan murni kecelakaan melompat dari motor, tetapi korban diduga dianiaya oleh oknum polisi yang mengantarnya pada saat itu," ungkap Emanuel Besi. 

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X