Komunitas LGBT Diduga Adakan Pesta di Kawasan Mandalika Lombok, Polisi Bertindak, Viral di Media Sosial

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Rabu, 17 Juli 2024 | 21:55 WIB
Polisi saat membubarkan pesta yang diduga komunitas LGBT. (Foto Polda NTB)
Polisi saat membubarkan pesta yang diduga komunitas LGBT. (Foto Polda NTB)
 
REPORTASENTT.COM- Acara Gender Bender Party yang akan dilaksanakan Jumat malam (12/7) lalu di salah satu hotel dan dikelola warga negara asing (WNA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) batal digelar.

Pembatalan dilakukan setelah aparat kepolisian mendatangi lokasi rencana kegiatan dan bertemu dengan pihak penyelenggara. Sebab, kuat dugaan acara tersebut adalah pesta untuk lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang bertentangan dengan norma adat dan agama.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah IPTU Lalu Brata Kusnadi menegaskan, sebelum kegiatan dimulai, petugas kepolisian lebih dulu tiba di lokasi.
 
Baca Juga: Konsep Kepemimpinan yang Manusiawi dan Mengayomi, Jadi Visi Bunda Indah Amperawati untuk Bangun Lumajang

“Petugas datang setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kegiatan itu dan melakukan pendekatan dengan pihak panitia agar tidak bersikukuh melaksanakan kegiatan. Jadi belum terjadi dan party belum dilaksanakan,” kata dia saat dikonfirmasi, Minggu (14/7).

Iptu Brata menerangkan, berkat kesigapan Polsek Kawasan Mandalika yang menindaklanjuti informasi di media sosial (medsos), pihaknya langsung memberikan imbauan kepada penyelenggara untuk tidak melaksanakan kegiatan itu.

”Sebab, bertentangan dengan adat dan budaya serta norma agama masyarakat dan bisa mengganggu situasi kamtibmas,” terang Kasi Humas Polres Lombok Tengah.
 
Baca Juga: Cerita Arin Atlet Taekwondo Asal NTB Kejar Impian Jadi Taruni Akpol, Pernah Menjuarai Classic International Taekwondo Championship Malaysia 2017

Selain itu, sambung dia, kedatangan personel Polsek Kawasan Mandalika ke lokasi pun bukan untuk melakukan penggerebekan atau pembubaran sebab kegiatan belum dilaksanakan.

“Jadi pesta itu belum dilaksanakan dan tidak ada penggerebekan atau pembubaran, kedatangan petugas untuk memberikan imbauan untuk tidak melaksanakan,” tandas dia.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X