REPORTASENTT.COM, KUPANG- Satreskrim Polres Sumba Barat Daya (SBD) berhasil menangkap seorang pelaku dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Limbu Kembe, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya pada 20 Juli 2024 lalu.
Hal ini dibenarkan oleh, Kanit Pidum Polres SBD, Aipda I Kadek Nata saat dikonfirmasi, Selasa (27/8).
Korban dalam kasus ini adalah Ruben Rangga Mone.
Hal ini dibenarkan oleh, Kanit Pidum Polres SBD, Aipda I Kadek Nata saat dikonfirmasi, Selasa (27/8).
Korban dalam kasus ini adalah Ruben Rangga Mone.
Baca Juga: Pilkada 2024, Pesan Politik Stef Demon dan Rofin Kabelen Usai Daftar di KPUD Flores Timur
Penangkapan dilakukan setelah pengejaran intensif terhadap tersangka berinisial RM, yang melarikan diri ke Bali.
Kanit Pidum Polres SBD, Aipda I Kadek Nata, menjelaskan bahwa aksi pengejaran dilakukan dengan bantuan jaringan kolega yang ada.
Kanit Pidum Polres SBD, Aipda I Kadek Nata, menjelaskan bahwa aksi pengejaran dilakukan dengan bantuan jaringan kolega yang ada.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, tersangka RM melarikan diri dari Pulau Sumba menuju Provinsi Bali pada 17 Agustus 2024, dengan menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Waingapu menuju Pelabuhan Benoa, Bali.
Baca Juga: Deklarasi Paket STORI, Rofinus Kabelen Tegaskan Politik Bukan Kebetulan, Tapi Pilihan yang Harus Dijalani
Tim Sat Reskrim Polres SBD, yang dipimpin oleh Aipda I Kadek Nata bersama Kanit Buser Hadrik F. Tupa dan Personel Pidum Briptu Derik Alfares Pah, melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui keberadaan tersangka.
Tim Sat Reskrim Polres SBD, yang dipimpin oleh Aipda I Kadek Nata bersama Kanit Buser Hadrik F. Tupa dan Personel Pidum Briptu Derik Alfares Pah, melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui keberadaan tersangka.
Dengan berbekal informasi tersebut, mereka berhasil melacak posisi RM yang berada di kawasan Polsek Kawasan KP3 Laut Pelabuhan Benoa.
Kanit Pidum Polres SBD kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian Polda Bali, khususnya Polsek Kawasan KP3 Laut Pelabuhan Benoa, untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka RM.
Kanit Pidum Polres SBD kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian Polda Bali, khususnya Polsek Kawasan KP3 Laut Pelabuhan Benoa, untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka RM.
"Penangkapan ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/117/VII/2024/SPKT/Res. SBD/Polda NTT tanggal 20 Juli 2024," kata Aipda I Kadek Nata.
Diketahui bahwa tersangka RM tiba di Pelabuhan Benoa, Bali, pada 19 Agustus 2024, dengan tujuan menghindari proses hukum yang sedang berlangsung.
Diketahui bahwa tersangka RM tiba di Pelabuhan Benoa, Bali, pada 19 Agustus 2024, dengan tujuan menghindari proses hukum yang sedang berlangsung.
Namun, rencana pelarian tersebut gagal setelah Tim Sat Reskrim Polres SBD bekerja sama dengan pihak Polsek Kawasan KP3 Laut Pelabuhan Benoa berhasil menangkap RM.
Baca Juga: Di Kalimantan Barat, Sebanyak 6.421 Personel Siaga Siap Amankan Pilkada 2024
"Pelaku RM berhasil diamankan berkat kerjasama yang solid antara Polres SBD dan Polsek Kawasan KP3 Laut Pelabuhan Benoa," ujar Aipda I Kadek Nata.
Tersangka RM kemudian diberangkatkan kembali ke Sumba Barat Daya bersama Personel Tim Sat Reskrim Polres SBD menuju Bandara Lede Kalumbang pada Jumat, 23 Agustus 2024, pukul 16.00 Wita.
Selanjutnya, RM yang merupakan DPO dalam kasus pembunuhan di Limbu Kembe, Kodi Utara, akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"Pelaku RM berhasil diamankan berkat kerjasama yang solid antara Polres SBD dan Polsek Kawasan KP3 Laut Pelabuhan Benoa," ujar Aipda I Kadek Nata.
Tersangka RM kemudian diberangkatkan kembali ke Sumba Barat Daya bersama Personel Tim Sat Reskrim Polres SBD menuju Bandara Lede Kalumbang pada Jumat, 23 Agustus 2024, pukul 16.00 Wita.
Selanjutnya, RM yang merupakan DPO dalam kasus pembunuhan di Limbu Kembe, Kodi Utara, akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Baca Juga: Sita 7,3 Kilogram Sabu di Lombok Tengah, Polisi Beberkan Besaran Upah yang Didapat Para Pelaku
Polres Sumba Barat Daya menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum dan memastikan bahwa pelaku kejahatan tidak akan lolos dari jeratan hukum.
"Kami akan terus berusaha untuk menegakkan hukum secara tegas dan tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk melarikan diri dari tanggung jawab mereka," tutupnya.
"Kami akan terus berusaha untuk menegakkan hukum secara tegas dan tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk melarikan diri dari tanggung jawab mereka," tutupnya.
Artikel Terkait
Lima Kali Beraksi, Akhir Perjalanan Pencuri Motor di Jakarta Barat Ditangan Polisi
Di Kalimantan Barat, Sebanyak 6.421 Personel Siaga Siap Amankan Pilkada 2024
Polda Papua Berangkatkan 41 Personel Ops Mantap Praja Cartenz II ke Merauke
Deklarasi Paket STORI, Rofinus Kabelen Tegaskan Politik Bukan Kebetulan, Tapi Pilihan yang Harus Dijalani
Pilkada 2024, Pesan Politik Stef Demon dan Rofin Kabelen Usai Daftar di KPUD Flores Timur