REPORTASENTT.COM, LARANTUKA-Desa Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim), masih dalam suasana tegang setelah insiden tragis pembakaran rumah yang terjadi pada Senin (21/10/2024).
Pembakaran tersebut dipicu oleh konflik tanah adat yang sudah lama berlangsung, dan menyebabkan ketidakstabilan serta ketakutan di kalangan warga.
Menanggapi kejadian ini, aparat gabungan TNI dari Kodim 1624 dan Polri dari Polres Flores Timur segera melaksanakan patroli cipta kondisi untuk memulihkan ketertiban dan keamanan di desa tersebut.
Patroli dilakukan untuk meredam gejolak yang semakin memanas, mengingat ketegangan di antara pihak yang bertikai belum sepenuhnya mereda.
Patroli ini pun dipimpin langsung oleh Kapolsek Adonara Barat, IPDA Januardana Rambi, bersama Kapolsek Adonara, IPDA Stefen A. Lidimaran, dan Danramil 1624/02 Adonara, Mayor Inf. Samiun.
Kapolsek Adonara Barat, IPDA Januardana Rambi menyampaikan himbauannya kepada masyarakat Desa Bugalima dan desa Ilepati agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana.
"Kami menghimbau warga untuk kembali ke rumah dan menjaga ketenangan. Jangan mudah terpancing emosi atau tindakan yang bisa memperburuk situasi," ungkap Kapolsek Adonara Barat dalam keterangannya, yang dikutip dari Tribratanewsntt.
Meskipun patroli dan himbauan telah dilakukan, rasa takut dan kecemasan masih meliputi warga yang terkena dampak langsung.
Meskipun patroli dan himbauan telah dilakukan, rasa takut dan kecemasan masih meliputi warga yang terkena dampak langsung.
Beberapa rumah yang terbakar menjadi simbol betapa seriusnya konflik ini, dan memunculkan kekhawatiran akan terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.
Selain rumah, ada korban jiwa dalam konflik tersebut.
Kegiatan patroli diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan ketenangan di tengah-tengah masyarakat yang terdampak konflik.
Dengan kehadiran pihak keamanan, diharapkan warga merasa lebih tenang dan dapat menahan diri dari tindakan yang merugikan.
Sementara itu, situasi di lapangan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran di antara warga untuk tidak melanjutkan konflik.
Imbauan dari pihak kepolisian dan TNI diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian sengketa tanah yang telah berlangsung lama dan menghindari terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Dengan upaya dari pihak keamanan, harapannya adalah situasi di Desa Bugalima dapat kembali kondusif, dan permasalahan tanah adat ini dapat diselesaikan secara damai tanpa melibatkan kekerasan lebih lanjut.
Namun, bagi sebagian warga yang rumahnya terbakar, pemulihan baik secara fisik maupun emosional mungkin membutuhkan waktu yang lebih panjang.
Artikel Terkait
Konsolidasi di Flotim, Nasdem Siap Menangkan Pilkada 2024, Pastikan Soliditas dan Kesiapan Tim
Ignas Uran: 15 Tahun Mengabdi di DPRD Flotim, Kini Maju sebagai Wakil Bupati dengan Dukungan Politik Tanpa Mahar
Amankan 11 Pelaku Pembakaran Rumah di Desa Bugalima, Polisi Investigasi Ungkap Keterlibatan Tokoh Masyarakat
Kisah Haru Warga Desa Bugalima di Adonara: Perjuangan Menyelamatkan Diri dan Keluarga di Tengah Konflik
Konflik Tanah Desa Bugalima dan Ilepati, Kapolres Flotim Tegaskan Hal Ini!