Ketegangan berlangsung selama 20 menit sebelum akhirnya keajaiban kecil itu datang, Rafka ditemukan dalam kondisi basah kuyup dan menangis di atas batu karang, beberapa meter dari titik awal ia bermain.
“Anak tersebut ditemukan dalam keadaan selamat, hanya syok dan menangis. Langsung kami evakuasi dan kembalikan ke keluarganya,” ujar AKP Suarjaya kepada awak media.
Baca Juga: Belajar di Tenda Darurat, Ujian di Sekolah Pinjaman: Nasib Siswa SMKN 1 Wulanggitang
Tangis haru dan lega pun pecah di antara keluarga yang telah dirundung ketakutan.
Kombes Pol Mohammad Kholid, Kabid Humas Polda NTB, memberikan apresiasi atas respon cepat petugas dan mengingatkan pentingnya pengawasan ekstra, khususnya di lokasi wisata yang ramai saat liburan.
“Alhamdulillah, anak selamat. Tapi ini jadi pengingat bagi kita semua. Satu detik lengah bisa berdampak besar,” tegasnya.
Baca Juga: Penyidik Polres Flores Timur Dinilai Lamban, Kasus Penggelapan Motor Tak Jelas Arahnya
Operasi Ketupat Rinjani 2025, tambahnya, akan terus berlangsung demi menjamin keamanan masyarakat selama masa liburan.
Sementara itu, keluarga Rafka menyampaikan rasa syukur mendalam.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh petugas yang sudah bertindak cepat. Kalau tidak, entah apa yang terjadi,” ungkap salah satu kerabat.