hukum-kriminal

Anak Perempuan di Manggarai Timur Nyaris Jadi Korban Pemerkosaan, Pelaku Ancam dengan Parang  

Senin, 27 Oktober 2025 | 20:22 WIB
Korban pada saat memberikan keterangan kepada Media Reportasentt.com.

 
 Laporan: Acong Harson
 

REPORTASENTT.COM, BORONG-  Seorang anak perempuan di bawah umur berinisial Bunga (15) nyaris menjadi korban percobaan pemerkosaan disertai ancaman menggunakan senjata tajam jenis parang.
 
 
 
Peristiwa itu terjadi di Desa Compang Tenda, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (26/10/2025) siang.
 


Kejadian bermula saat Bunga pergi ke kebun untuk mengambil kayu api.
 
 
 
 
Baca Juga: Aksi Diam-diam di Jalan Tikus: Prajurit Kostrad Gagalkan Penyelundupan di Perbatasan RI- Timor Leste
 
 
 
 
 
Di lokasi itu, ia bertemu dengan terduga pelaku yang merupakan warga desa setempat.
 
 
 
Pelaku kemudian menawarkan kayu bakar yang telah dikumpulkannya.


“Dia bilang kasih saja saya kayu yang dia punya. Saya bilang tidak usah, om, terima kasih. Tapi dia langsung pegang tangan saya dan bilang ‘kido de’, saya takut lalu lepas tangan dan lari ke jalan,” kata Bunga dengan suara gemetar saat ditemui reportasentt.com, Minggu malam.
 
 
 
 
 
Baca Juga: Ketimpangan Fiskal Daerah Jadi Sorotan, Pemda Flores Timur Inisiasi Seminar Nasional Soal Desentralisasi yang Kian Memudar  
 
 


Menurut penuturan korban, pelaku sempat mengejarnya hingga ke area persawahan.
 
 
 
Namun, karena Bunga berteriak meminta tolong, pelaku akhirnya melarikan diri ke arah kebun.
 


Ibu korban, Evi Selamut, mengaku marah besar setelah mendengar kejadian tersebut.
 
 
 
Baca Juga: Gubernur NTT Temukan Inovasi Tak Biasa di SMKN 1 Larantuka, Begini Kisahnya
 
 
 
 
Ia sempat mendatangi rumah pelaku, namun pelaku tidak berada di tempat.
 
 
 
 
 
 


“Saya emosi sekali, anak saya hampir digituin. Saya ke rumah RJ (terduga pelaku), tapi dia belum pulang,” ujar Evi.
 
 
 
 
 
 
 


Evi menegaskan, pihak keluarga tidak ingin kasus ini diselesaikan secara adat semata.
 
 
 
 
 
 
 
 
“Kami mau lanjutkan ke polisi. Besok setelah dari rumah adat, kami akan ke Polres Manggarai Timur untuk lapor,” tambahnya.
 
 
 
Baca Juga: Warga Curhat di Pante Uste, Begini Respons Polres Flores Timur


Sementara itu, Kasatreskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Achmad Zacky Phory, SH, saat dikonfirmasi mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
 

“Sampai saat ini belum ada laporan masuk. Kami menunggu jika besok sudah selesai melalui jalur adat,” ujarnya kepada reportasentt.com.
 


Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga masih menyiapkan pelaporan resmi ke kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Tags

Terkini