Namun, proses administrasi membuat langkah tersebut tertunda hingga keesokan hari. Tidak lama berselang, sinyal GPS kembali hilang dan hanya menyisakan lokasi terakhir.
Baca Juga: Guardiola Tak Puas Meski Lolos: Manchester City Terlihat Kelelahan dan Kurang Fleksibel
“Saya capek kalau harus terus bergantung pada sistem yang lambat,” kata Rio dalam unggahannya, menggambarkan alasan mengambil keputusan bergerak sendiri menuju lokasi terakhir motor terdeteksi.
Ia berangkat bersama rekan dan komunitas motor, lalu memantau sebuah rumah kontrakan yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan kendaraan.
Malam itu, akses pemeriksaan tidak diizinkan oleh pengurus lingkungan, sehingga Rio memilih berjaga sendirian hingga dini hari di sekitar lokasi.
Baca Juga: Beraksi Keliling Gunakan Grand Max, Nelayan di Kupang Ditangkap Curi Kompresor Bengkel
Keesokan harinya, setelah berulang kali meminta pendampingan, seorang perwira polisi bersedia membantu mendatangi rumah tersebut.
Pemeriksaan dilakukan pada sore hari, dan sepeda motor ditemukan di dalam rumah dalam kondisi tanpa penghuni.
“Motor ada di dalam rumah, tapi orangnya sudah tidak ada,” tulis Rio.
Baca Juga: Soal Iuran di SD Negeri, Ombudsman NTT Jelaskan Batas antara Pungutan dan Sumbangan
Kendaraan kemudian diamankan ke kantor polisi setempat sebelum ia memutuskan mencabut laporan dan membawa pulang motornya sendiri.