Baca Juga: Bayang-bayang “Joker” dan Dugaan Sindikat Baru: TPPO Sikka Belum Tuntas
Sekitar pukul 15.00 WITA, personel Polsek Kewapante bersama Tim Inafis Polres Sikka melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD TC Hillers Maumere untuk pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan awal tim medis menemukan indikasi luka pada tubuh korban. Polisi menduga korban mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia.
Baca Juga: Bentrok Berulang di Postoh dan Amagarapati, Pemda Flores Timur Siapkan Sumpah Adat dan Wajib Militer
Kasat Reskrim Polres Sikka mengatakan penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk warga yang pertama kali menemukan jasad korban.
Pada Selasa (24/2/2026), penyidik juga memeriksa seorang pria dewasa yang merupakan kepala keluarga dari rumah terakhir yang didatangi korban sebelum dinyatakan hilang.
Baca Juga: Rp 11 Miliar Menguap di Jalan Lamanabi–Latonliwo: Proyek CV Valentine Mandek di Angka 27 Persen
Rumah tersebut diketahui dalam keadaan kosong sejak hari kejadian.
“Kami masih mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan alat bukti. Semua kemungkinan kami telusuri,” kata penyidik Polres Sikka, dikutip TBN Polres Sikka.
Peristiwa ini mengguncang warga Desa Rubit. Korban dikenal pendiam dan rajin bersekolah. Warga berharap pelaku dan motif di balik kematian siswi tersebut segera terungkap, sementara penyelidikan masih terus berlangsung.