hukum-kriminal

Perselisihan Antardua Kelompok di Sikka Berakhir Tragis, Satu Orang Meregang Nyawa

Rabu, 15 Juli 2026 | 22:44 WIB
Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara penikaman di Desa Heopuat, Sikka, yang menewaskan satu orang dan melukai seorang korban. (Foto TBN Polres Sikka)

REPORTASENTT.COM, MAUMERE- Perselisihan antardua kelompok di Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berakhir tragis.

Seorang pria meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat setelah terjadi penikaman pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.

Korban meninggal berinisial GH (27), sedangkan F (26) masih menjalani perawatan intensif di RS TC Hillers Maumere akibat luka tusuk di bagian dada kiri.

 

Baca Juga: Terduga Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas di Sikka Belum Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

 

GH mengalami luka tusuk di bagian punggung dan dinyatakan meninggal setelah sempat mendapat penanganan medis.

Peristiwa itu bermula ketika kedua korban bersama sejumlah rekannya mendatangi Desa Heopuat untuk menemui TK (36), seorang petani yang diduga terlibat dalam kasus pemukulan terhadap F di Pasar Wairkoja.

Pertemuan tersebut awalnya bertujuan mempertanyakan insiden yang terjadi sebelumnya. Namun suasana berubah menjadi adu mulut hingga memicu bentrokan.

 

Baca Juga: Petani di Sikka Ditemukan Tewas di Kebun Mete, Diduga Jadi Korban Serangan Babi Hutan



Di tengah keributan, TK diduga mengeluarkan sebilah pisau dan menusuk kedua korban. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kewapante pada Jumat malam sekitar pukul 21.16 WITA oleh AW.

Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk ALR (62), seorang petani asal Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

 

Baca Juga: TNI Resmi Adopsi Doktrin Perisai Trisula Nusantara, Jawab Tantangan Peperangan Masa Kini



Tim Resmob Polres Sikka bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan. Petugas menelusuri keberadaan terduga pelaku hingga akhirnya berhasil mengamankan TK dalam waktu kurang dari 24 jam.

Terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Sikka untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik masih mendalami kronologi, motif, serta keterkaitan dugaan penganiayaan di Pasar Wairkoja dengan penikaman yang terjadi di Desa Heopuat.

Proses penyidikan juga mencakup pemeriksaan lanjutan terhadap para saksi, pengumpulan alat bukti, serta menunggu perkembangan kondisi korban yang masih dirawat guna melengkapi pembuktian perkara.

 

Halaman:

Tags

Terkini